Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pendaftar Beasiswa Afirmasi Membeludak, SMA NU 1 Kradenan Tolak 36 Calon Siswa

Abdul Rochim • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:40 WIB


MEMBLUDAK: Kondisi ramai siswa baru untuk daftar ulang di SMA NU 1 Kradenan. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

MEMBLUDAK: Kondisi ramai siswa baru untuk daftar ulang di SMA NU 1 Kradenan. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Minat masyarakat terhadap Program Beasiswa Afirmasi Jawa Tengah terus meningkat.

Di SMA NU 1 Kradenan, Kabupaten Blora, jumlah pendaftar mencapai dua kali lipat dari kuota yang tersedia sehingga puluhan calon siswa terpaksa tidak dapat diterima.

Kepala SMA NU 1 Kradenan, Sudiro, mengatakan pada Tahun Ajaran 2026/2027 kuota Program Beasiswa Afirmasi Sekolah Kemitraan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya tersedia untuk 36 siswa.

Namun, jumlah pendaftar mencapai 72 orang.

Baca Juga: Begini Strategi Pemkab Blora Hemat BBM Mobil Dinas

"Alhamdulillah setiap tahun kuota selalu terpenuhi. Bahkan tahun ini ada 72 pendaftar, sehingga 36 anak terpaksa tidak bisa kami terima karena keterbatasan kuota," ujarnya.

Menurut Sudiro, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari manfaat yang diberikan program tersebut.

Siswa penerima beasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan selama tiga tahun masa belajar di SMA.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per tahun bagi setiap penerima beasiswa.

"Program ini sangat diminati karena orang tua tidak lagi terbebani biaya sekolah. Bantuan dari Pemprov Jawa Tengah juga sangat membantu keberlangsungan pendidikan siswa," katanya.

Ia menjelaskan, SMA NU 1 Kradenan telah dua tahun berturut-turut dipercaya menjadi sekolah mitra penyelenggara Program Beasiswa Afirmasi.

Pada Tahun Ajaran 2025/2026 maupun 2026/2027, sekolah masing-masing memperoleh kuota sebanyak 36 siswa.

Sudiro berharap kuota penerima beasiswa dapat ditambah pada tahun ajaran berikutnya agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.

Sekitar 80 persen dari 102 calon siswa yang mendaftar di SMA NU 1 Kradenan berasal dari keluarga miskin kategori desil 1 hingga desil 4, sesuai persyaratan utama penerima Program Beasiswa Afirmasi.

"Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Kradenan. Kami berharap kuotanya bisa ditambah pada tahun depan," ungkapnya.

Meski sekolah juga memiliki program bantuan pendidikan internal, menurut Sudiro, nilai bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah jauh lebih besar sehingga mampu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

"Semoga program ini terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga tidak mampu," harapnya.

Salah seorang wali murid penerima beasiswa, Titik Winarni, mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Beasiswa Afirmasi.

Ia mengatakan putrinya kini dapat bersekolah tanpa harus memikirkan biaya pendidikan maupun kebutuhan perlengkapan sekolah.

"Saya senang anak saya mendapat beasiswa dari Jawa Tengah. Jadi kami tidak lagi terbebani biaya sekolah, seragam, maupun buku," katanya.

Titik yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga mengungkapkan penghasilan suaminya sebagai pemilik bengkel hanya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan.

Dengan kondisi ekonomi tersebut, bantuan pendidikan menjadi harapan agar anak-anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah.

"Kami selalu berusaha mencari beasiswa untuk anak-anak supaya mereka tetap bisa sekolah dan meraih cita-citanya tanpa membebani ekonomi keluarga," pungkasnya. (ari)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#Beasiswa Afirmasi Jawa Tengah #SMA NU 1 Kradenan #beasiswa keluarga miskin #pendidikan Blora #Ahmad Luthfi