BLORA – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga kebutuhan otomotif di Blora.
Sejumlah barang berbahan baku impor seperti oli, ban, dan onderdil motor mengalami kenaikan harga hingga 20 persen.
Pemilik Bengkel Cahaya Motor, Andika Putra Wijaya, mengatakan kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh produk berbahan logam maupun minyak bumi.
Menurutnya, sparepart seperti oli mengalami kenaikan harga minimal 20 persen. Sementara harga ban dan onderdil berbahan besi naik sekitar 20 hingga 30 persen.
Andika menjelaskan, kenaikan harga oli berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per produk.
Sedangkan harga ban motor mengalami kenaikan sekitar 10 persen.
Ia menyebut kenaikan harga barang impor mulai dirasakan sekitar tiga bulan terakhir dan terjadi secara bertahap. Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Menurut Andika, jumlah konsumen yang datang ke bengkel mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen setiap hari.
Ia menilai penurunan itu dipicu melemahnya kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan kendaraan.
“Kami berharap harga onderdil bisa kembali normal,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan salah satu pengemudi ojek online di Blora, Joko.
Ia mengaku kesulitan mendapatkan beberapa onderdil motor karena stok di sejumlah bengkel kosong.
Selain harga yang semakin mahal, beberapa kebutuhan servis kendaraan juga mulai langka di pasaran.
Meski demikian, Joko mengatakan penggantian oli tetap harus dilakukan secara rutin karena menjadi kebutuhan utama kendaraan.