BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora kembali menggelar job fair berskala besar sebagai upaya mempercepat penurunan angka pengangguran melalui program unggulan “Golek Gawean Gampang.” Pameran bursa kerja ini berlangsung selama dua hari, 18–19 November, di GOR Mustika, dan langsung diserbu para pencari kerja dari berbagai wilayah.
Job fair yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) ini menyediakan 2.851 lowongan kerja dari berbagai sektor industri.
Menariknya, selain pendaftaran langsung di lokasi, peserta juga dapat melamar secara online, sehingga memudahkan pencari kerja untuk mendaftar di banyak perusahaan sekaligus.
Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan, mengatakan bahwa ini merupakan penyelenggaraan job fair kedua tahun ini setelah sebelumnya digelar pada Mei.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan kali ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Blora.
“Terdapat 33 perusahaan yang hadir secara offline dan 2 perusahaan secara online. Sektor yang terlibat beragam, mulai dari keuangan, tekstil, garmen, pertanian, hingga finansial,” terang Endro.
Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat 651 pencari kerja sudah melakukan pendaftaran. Endro berharap seluruh lowongan dapat terisi oleh warga Blora sehingga mampu memberi dampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran di daerah tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada job fair sebelumnya terdapat kendala, yaitu banyak calon pekerja yang belum genap berusia 17 tahun sehingga belum memenuhi syarat.
Namun kali ini, kelompok usia tersebut sudah bisa ikut terakomodasi.
“Keunggulan job fair kali ini adalah sistem online. Para pencari kerja bisa memilih dan melamar ke lebih dari satu perusahaan secara bersamaan,” jelasnya.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengapresiasi langkah Dinperinaker dalam memperluas akses tenaga kerja terhadap peluang pekerjaan.
Program “Golek Gawean Gampang” disebutnya menjadi wujud nyata komitmen pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bagian dari program kami untuk memberikan kemudahan mencari kerja. Dengan dua ribu lebih lowongan, kami berharap bisa mengurangi pengangguran secara signifikan,” ujar Bupati.
Selain mendorong terserapnya tenaga kerja melalui job fair, Pemkab Blora juga meminta OPD terkait terus menggelar pelatihan keterampilan.
Hasilnya sudah mulai terlihat, salah satunya melalui lahirnya petani milenial yang sukses hingga mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
“Alhamdulillah, banyak anak muda Blora yang kini bisa berkreasi dan menciptakan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan,” tutup Arief Rohman.(*)
Editor : Alfian Dani