BLORA, RADARPATI.ID – Menyambut HUT ke-275 Blora, jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Blora berziarah ke makam leluhur hingga ke Tuban.
Yakni ke makam Bupati Blora pertama Raden Tumenggung Wilotikto yang menjabat periode 1749–1762.
Makam tersebut terletak di kompleks pemakaman Keluarga Tjitrosoman, Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Raden Tumenggung (RT) Wilotikto diangkat sebagai bupati pertama Blora pada 11 Desember 1749 oleh Kerajaan Mataram Islam.
Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Blora.
Menariknya, RT Wilotikto memiliki hubungan kekerabatan dengan RT Tjitrosoman, salah satu bupati Tuban terdahulu.
RT Wilotikto merupakan menantu dari RT Tjitrosoman, sehingga beliau dimakamkan di kompleks pemakaman Tjitrosoman bersama para leluhur Tuban lain.
Dengan beralaskan tikar sederhana di sekitar makam, rombongan memanjatkan doa, melantunkan tahlil, dan menaburkan bunga di pusara Wilotikto serta makam istrinya.
Selepas itu, rombongan juga berziarah ke makam Sunan Bejagung.
Yang menarik, di lokasi makam Sunan Bejagung, ada pusara yang diyakini masyarakat setempat sebagai makam salah satu bupati Blora.
Namun, identitas pasti makam ini masih belum terungkap.
”Kami akan telusuri lebih lanjut untuk memastikan sejarah dan kebenarannya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi.
Usai ziarah, rombongan Pemkab Blora diterima sekda Tuban beserta jajaran. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Kantor Pemkab Tuban.
Sekda Blora Komang Gede Irawadi yang memimpin rombongan, menekankan pentingnya tradisi ziarah ini, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
”Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang penuh makna. Hari ini (kemarin, Red) kami ziarah ke Tuban. Kemarin ke Semarang, Jogjakarta, hingga Solo untuk memeringati Hari Jadi Kabupaten Blora.
Tradisi ini perlu dipertahankan, sebagai pengingat perjuangan para pemimpin pada masa lampau," ungkapnya.
Sebelum ke Tuban, rombongan Pemkab Blora telah ziarah ke makam para bupati terdahulu lain pada 29 November lalu di beberapa daerah.
Di antaranya, ke Semarang di makam Bupati Soekardi Hardjoprawiro (bupati 1989-1999) di TPU Salaman Moyo dan Bupati Soekirno Sastro Dimejo (1960-1966) di TPU Jangkang.
Kemudian ke Jogjakarta dan Solo di makam Bupati Soepadhi Joedodarmo (1973-1979) serta Srinardi (1966-1973) di TMP Kusumanegara dan Kusuma Bhakti. (tos/lin/amr/izza)
Editor : Syaiful Amri