Sekolah Berbasis Boarding Diproyeksikan Tak Lagi Menerima MBG


KUDUS – Tidak semua sekolah nantinya diproyeksikan menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekolah berbasis boarding atau berasrama menjadi salah satu yang berpotensi tidak lagi menerima distribusi MBG.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, sekolah berbasis boarding umumnya telah memiliki dapur sendiri.
Baca Juga: Kejari Kudus Setor Hasil Lelang ke Kas Negara Rp 977,87 Juta
Fasilitas tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi murid di lingkungan sekolah.
Namun, dapur yang digunakan harus memenuhi standar dan prosedur operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ke depan nanti, tidak semua sekolah menerima MBG. Sekolah-sekolah yang berhak menerima MBG yakni sekolah yang berada di pelosok, yang benar-benar butuh makanan yang bergizi. Ini harus dicermati betul-betul,” ungkap Mu’ti.
Menurut dia, sekolah yang telah memiliki kantin juga dapat mengembangkan fasilitas tersebut menjadi dapur MBG.
Langkah itu dinilai lebih efektif karena sekolah sudah memiliki sarana pendukung untuk menyediakan makanan bagi para murid.
Sementara sekolah yang belum memiliki kantin maupun dapur sendiri dinilai menjadi kelompok yang lebih membutuhkan dukungan program MBG.
Mu’ti menambahkan, sekolah dengan program full day rata-rata telah memiliki dapur sendiri.



