
Bayi yang diperkirakan berusia sekitar tiga hari itu ditemukan masih hidup dengan kondisi menangis di dalam wadah berwarna hijau yang diletakkan dekat sepeda motor.
Di lokasi juga terdapat sejumlah perlengkapan bayi, seperti pakaian, susu, popok, selimut, kasur, serta selembar surat yang diduga ditinggalkan oleh pihak yang membawa bayi tersebut.
Mimin, warga yang pertama kali menemukan bayi, mengaku mendengar tangisan saat hendak berangkat ke pasar sekitar pukul 04.30 untuk membeli sayuran.
Ketika mengecek sumber suara di area garasi, ia mendapati bayi laki-laki berada di dalam wadah dekat sepeda motornya.
“Kan mau ke pasar, mau beli sayur. Terus motornya di sini, keranjangnya di sini. Otomatis aku lihat ada bayi di situ,” ungkap Mimin.
Sempat terkejut hingga tubuhnya gemetar, Mimin kemudian meminta bantuan warga lain bernama Ipa untuk mengevakuasi bayi tersebut ke rumah warga dan memberikan pertolongan awal.
Penemuan itu selanjutnya dilaporkan kepada perangkat desa dan kepolisian agar segera ditangani.
Kepala Desa Maitan Padmo Dwi Handayani membenarkan kejadian tersebut dan menyebut bayi ditemukan menjelang pagi setelah warga mendengar tangisannya dari garasi rumah.
“ Tadi fajar pas bangun, sekitar jam lima-an, ditemukan di garasi rumah warga. Pas bayi nangis itu tadi,” kata Padmo.
Menurut Padmo, surat yang ditemukan bersama bayi mencantumkan informasi kelahiran pada Jumat (30/10), sehingga usia bayi saat ditemukan diperkirakan baru tiga hari.
Kapolsek Tambakromo AKP Muklison juga membenarkan laporan penemuan bayi tersebut di Dukuh Bantengan, Desa Maitan, yang ditemukan bersama kardus, perlengkapan, dan kertas berisi pesan.
“Ada selembar kertas, berisi pesan mengucapkan terima kasih kepada yang menemukan bayi dan merawatnya. Kemudian dicantumkan posisi bayi lahir pada 30 Oktober 2026,” jelas Muklison.
Bidan desa bersama anggota kepolisian kemudian membawa bayi ke Puskesmas Tambakromo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan awal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi mengalami ikterik atau kondisi tubuh menguning cukup berat, asfiksia sedang yang menyebabkan gangguan pernapasan, dehidrasi, serta infeksi pada bagian pusar.
Kepala Puskesmas Tambakromo menyampaikan, bayi tiba dalam kondisi agak sesak akibat kekurangan oksigen, disertai tubuh menguning dan kekurangan cairan.
“Dibawa bidan desa sama Polsek ke puskesmas dalam kondisi asfiksia sedang, agak sesak dia, kurang oksigen. Kemudian dia juga ikterik, badannya kekuningan karena dehidrasi, kurang cairan,” terangnya.
Pihak puskesmas menduga bayi tidak mendapatkan asupan susu sejak malam sebelum ditemukan sehingga mengalami kekurangan cairan.
“Mungkin dia sudah enggak mimik sejak semalam ini, enggak diminumin susunya. Kemudian dia juga ada infeksi di umbilikus atau di pusarnya itu,” lanjutnya.
Karena membutuhkan penanganan medis lebih intensif, bayi akhirnya dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati setelah puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kepolisian, dan pihak rumah sakit.
Kepala Puskesmas Tambakromo menyebut bayi sempat menjalani pemeriksaan sekitar satu jam di puskesmas sebelum proses rujukan dilakukan.
Hingga berita ini ditulis, identitas orang tua maupun pihak yang meninggalkan bayi belum diketahui, sedangkan kepolisian masih mendalami laporan penemuan tersebut dan bayi menjalani perawatan lanjutan di RSUD RAA Soewondo Pati. (tos)




