Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikelola Kopdes Merah Putih, Alokasi Pupuk Subsidi di Blora Bertambah

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯

Advertisement

PENGAMBILAN: Para pekerja gudang pupuk di Kecamatan Cepu mengeluarkan stok untuk diambil petani.  (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
PENGAMBILAN: Para pekerja gudang pupuk di Kecamatan Cepu mengeluarkan stok untuk diambil petani. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Alokasi pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska di Kabupaten Blora bertambah sebanyak 8.184 ton.

Dengan penambahan tersebut, total kuota meningkat dari semula 59.750 ton menjadi 67.934 ton yang telah didistribusikan ke 16 kecamatan.

Advertisement

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Sofwan Rifa'i, menyebut Kecamatan Kedungtuban memperoleh tambahan paling besar, yakni 1.100 ton.

Berikutnya Kecamatan Todanan sebanyak 1.000 ton dan Randublatung 700 ton.

Advertisement

Tambahan kuota untuk Kecamatan Kradenan dan Jiken masing-masing mencapai 600 ton.

Sementara Jati, Sambong, dan Ngawen mendapat tambahan masing-masing 500 ton. Jepon memperoleh 400 ton, Tunjungan, Bojonegoro, dan Japah masing-masing 250 ton, serta Cepu dan Blora masing-masing 200 ton.

“8.184 ton, sudah dibreakdown ke kecamatan, dengan SK Kadinas,” jelas Sofwan.

Berbeda dengan NPK Phonska, alokasi pupuk Urea di Blora masih tetap 68.000 ton.

Namun, ada penyesuaian kuota di sejumlah wilayah. Kedungtuban mendapat tambahan 176 ton dan Jiken 24 ton, sedangkan Todanan mengalami pengurangan sebanyak 200 ton.

Mengenai penyaluran pupuk melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sofwan menjelaskan mekanismenya dikoordinasikan oleh Agrinas dan Pupuk Indonesia.

Hingga kini, DP4 Blora belum menerima pemberitahuan resmi mengenai pengaturan distribusi tersebut.

Secara umum, Pupuk Indonesia menyalurkan pupuk melalui Pupuk Indonesia Distribution (PUD).

Selanjutnya, pupuk diteruskan kepada Pelaku Usaha Distribusi Pupuk Bersubsidi (PPTS) sesuai kuota masing-masing, termasuk PPTS yang berada di lingkungan KDKMP.

Petani kemudian dapat menebus pupuk melalui PPTS sesuai wilayah dan kuota yang telah ditetapkan. (ari)

Advertisement

Artikel Terkait

55 KDKMP di Blora Mulai Salurkan Pupuk Subsidi, Tiap Koperasi Dapat 2 Ton

55 KDKMP di Blora Mulai Salurkan Pupuk Subsidi, Tiap Koperasi Dapat 2 Ton

Sebanyak 55 KDKMP di Blora mulai menyalurkan pupuk subsidi. Tiap koperasi mendapat 1 ton urea dan 1 ton NPK. Pasokan dievaluasi sesuai kebutuhan petani, sedangkan pelanggaran harga di atas HET dapat berujung sanksi.

Proyek Timbunan Sekolah Rakyat Blora Senilai Rp 12,63 Miliar Diadukan ke Polda Jateng

Proyek Timbunan Sekolah Rakyat Blora Senilai Rp 12,63 Miliar Diadukan ke Polda Jateng

Proyek penyiapan lahan Sekolah Rakyat Blora senilai Rp 12,63 miliar diadukan ke Polda Jateng terkait dugaan penggunaan material tambang di luar wilayah izin. PUPR menyebut dokumen izin telah diperiksa.

Petani Blora Manfaatkan PLTS untuk Irigasi Sawah, Tak Lagi Keluar Biaya Listrik

Petani Blora Manfaatkan PLTS untuk Irigasi Sawah, Tak Lagi Keluar Biaya Listrik

Petani Desa Sidorejo, Blora, memanfaatkan PLTS berkapasitas 10 kWp untuk mengairi sawah seluas 8–10 hektare. Teknologi ini membantu menekan biaya listrik pompa hingga jutaan rupiah per hektare.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer