Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPS Puri Pati Disiapkan Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah 3R

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
Revitalisasi TPS Puri yang masuk dalam satu paket pengerjaan proyek penataan kawasan strategis Kabupaten Pati dari Kementerian Pekerjaan Umum.  (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)
Revitalisasi TPS Puri yang masuk dalam satu paket pengerjaan proyek penataan kawasan strategis Kabupaten Pati dari Kementerian Pekerjaan Umum. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR PATI)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

PATI – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Puri, Kabupaten Pati, akan direvitalisasi menjadi TPS berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Program tersebut masuk dalam paket penataan kawasan strategis Kabupaten Pati dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Paket pekerjaan itu juga mencakup revitalisasi trotoar di Jalan Panglima Sudirman.

Melalui pembenahan TPS Puri, pemerintah berharap pengelolaan sampah perkotaan tidak lagi hanya mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Tulus Budiharjo menyatakan siap mendukung pelaksanaan program tersebut.

Pihaknya akan menyiapkan tenaga operasional sekaligus memberikan pelatihan agar pengelolaan TPS 3R berjalan optimal.

“Kami nanti akan siapkan tenaga untuk TPS 3R ini, termasuk pelatihan tenaganya juga,” ungkap Tulus.

Dia berharap TPS Puri nantinya dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.

Setelah revitalisasi selesai, aktivitas di lokasi tersebut direncanakan tidak hanya mengumpulkan dan mengangkut sampah, tetapi juga melakukan pemilahan.

“Nanti setelah selesai revitalisasi diproyeksikan akan ada pemilahan juga, tapi mungkin skala kecil, nanti kita lihat setelah uji coba nanti,” lanjutnya.

Keberadaan TPS 3R dinilai dapat membantu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).

Terlebih, TPA Sukoharjo disebut telah memasuki akhir umur teknis pada 2026.

Tulus menjelaskan, saat ini sekitar 250 ton sampah masuk ke TPA setiap hari.

Sebagian besar sampah tersebut merupakan sampah organik yang sebenarnya berpotensi dikurangi melalui pemilahan sejak dari sumbernya.

“Secara umur teknisnya habis tahun ini, namun kami tetap mengupayakan menata dengan baik sehingga bisa kami untuk memanfaatkan dan menampung. Saat ini per hari 250 ton sampah masuk ke TPA, kebanyakan sampah didominasi organik yang sebenarnya bisa ditekan kalau masyarakat mau melakukan pemilahan,” paparnya.

Selama ini, pengelolaan sampah di Kabupaten Pati masih banyak bertumpu pada pembuangan akhir. Sementara, upaya pemilahan sampah belum dilakukan secara luas.

Karena itu, pembenahan infrastruktur seperti TPS 3R perlu diikuti dukungan kebijakan dan keterlibatan masyarakat.

Pemilahan dari rumah tangga diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. (aua)

Advertisement

Artikel Terkait

Plt Bupati Pati Chandra Minta Tak Ada Lagi Kubu-kubuan di Masyarakat

Plt Bupati Pati Chandra Minta Tak Ada Lagi Kubu-kubuan di Masyarakat

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meminta masyarakat tidak lagi terpecah dalam kubu-kubuan. Pemkab berencana menggelar apel lintas agama untuk menjaga kondusivitas daerah.

2.000 Warga Pati Manfaatkan Speling, Dokter Spesialis Datangi Desa Tanpa Biaya

2.000 Warga Pati Manfaatkan Speling, Dokter Spesialis Datangi Desa Tanpa Biaya

Lebih dari 2.000 warga Pati memanfaatkan layanan Speling sejak Mei 2025. Dokter spesialis datang ke desa secara gratis melalui gotong royong 11 rumah sakit, puskesmas, dan pemerintah desa tanpa anggaran khusus untuk prog

Ibu Kandung di Pati Terpukul Mengetahui Anaknya Dirudapaksa Ayah dan Saudara Tiri

Ibu Kandung di Pati Terpukul Mengetahui Anaknya Dirudapaksa Ayah dan Saudara Tiri

Ibu di Pucakwangi, Pati, syok setelah putrinya yang berusia 14 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tiri dan kakak tiri. Kasus terungkap setelah korban bercerita kepada bibinya dan dilaporkan ke polisi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer