Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Plt Bupati Pati Chandra Minta Tak Ada Lagi Kubu-kubuan di Masyarakat

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯

Advertisement

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (HUMAS PATI)
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (HUMAS PATI)

PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak masyarakat menghentikan pengelompokan atau kubu-kubuan.

Dia menegaskan, seluruh elemen masyarakat perlu bersatu menjaga Kabupaten Pati tetap kondusif, aman, dan nyaman.

Advertisement

Seruan tersebut disampaikan Chandra setelah menemui kelompok massa yang menggelar aksi di halaman Pendapa Kabupaten Pati, Kamis (29/10).

Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya memicu perpecahan di tengah masyarakat.

"Jangan ada kubu-kubuan lagi, ini yang penting. Kita ini sama-sama ingin melihat Pati yang kondusif, aman dan nyaman," tegas Chandra.

Advertisement

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pati berencana menggelar apel yang melibatkan lintas agama dan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

"Semua unsur masyarakat Kabupaten Pati untuk tetap menjaga kondusivitas Kabupaten Pati, semua harus terlibat dan berperan," jelasnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.

Salah satunya terkait penurunan foto Bupati Pati nonaktif Sudewo. Mereka juga meminta pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan yang menggunakan alokasi APBD 2025 sebesar Rp210 miliar.

Selain itu, massa mendesak evaluasi dan monitoring kualitas trotoar di sejumlah ruas jalan.

Mereka juga meminta kejelasan kelanjutan program beasiswa bagi putra-putri daerah yang bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Sektor pelayanan publik turut menjadi perhatian. Massa menyoroti antrean pendaftaran dan pengambilan obat di RSUD RAA Soewondo Pati yang dinilai perlu diperbaiki.

Tuntutan lainnya meliputi publikasi aset cagar budaya daerah, pembangunan museum kebudayaan Pati, serta penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mereka juga meminta pedagang kaki lima (PKL) dikembalikan ke kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati.

Massa yang dikenal sebagai loyalis Bupati nonaktif Sudewo itu turut mendorong percepatan pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara dan renovasi Stadion Joyokusumo.

Chandra berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat disikapi dengan baik tanpa menimbulkan perpecahan.

Menurutnya, keterlibatan semua elemen menjadi kunci untuk menjaga Pati tetap aman dan kondusif. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

2.000 Warga Pati Manfaatkan Speling, Dokter Spesialis Datangi Desa Tanpa Biaya

2.000 Warga Pati Manfaatkan Speling, Dokter Spesialis Datangi Desa Tanpa Biaya

Lebih dari 2.000 warga Pati memanfaatkan layanan Speling sejak Mei 2025. Dokter spesialis datang ke desa secara gratis melalui gotong royong 11 rumah sakit, puskesmas, dan pemerintah desa tanpa anggaran khusus untuk prog

Ibu Kandung di Pati Terpukul Mengetahui Anaknya Dirudapaksa Ayah dan Saudara Tiri

Ibu Kandung di Pati Terpukul Mengetahui Anaknya Dirudapaksa Ayah dan Saudara Tiri

Ibu di Pucakwangi, Pati, syok setelah putrinya yang berusia 14 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tiri dan kakak tiri. Kasus terungkap setelah korban bercerita kepada bibinya dan dilaporkan ke polisi

Safin Pati Borong Gelar di BLISPI Youth Cup V, U14 Juara dan U16 Runner-up

Safin Pati Borong Gelar di BLISPI Youth Cup V, U14 Juara dan U16 Runner-up

Safin Pati Sports School menunjukkan dominasinya dalam ajang BLISPI Youth Cup V Piala DPD RI 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer