Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kabar Kurang Baik, BMKG Sebut Salju di Pegunungan Jayawijaya akan Menghilang. Berdampak Pada Iklim di Indonesia?

Zakarias Fariury • Rabu, 4 Desember 2024 | 14:44 WIB
Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, Indonesia (BMKG)
Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, Indonesia (BMKG)

RADARPATI.ID - Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan pahit terkait perubahan iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa salju abadi di Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, diperkirakan akan hilang dalam beberapa tahun mendatang.

Hal ini terungkap setelah BMKG melakukan pemantauan terhadap gletser di Puncak Sudirman, salah satu puncak tertinggi di Pegunungan Jayawijaya, pada 11 hingga 15 November 2024.

Penurunan signifikan pada luas tutupan es di kawasan tersebut menjadi perhatian utama para ahli.

Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG, Donaldi Sukma Permana, mengungkapkan bahwa tutupan es di Pegunungan Jayawijaya pada tahun 2024 mengalami penyusutan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 0,11 hingga 0,16 kilometer persegi, dari sebelumnya 0,23 kilometer persegi pada tahun 2022.

“Survei tahun ini lebih fokus pada pengamatan penurunan tebal es yang terus berkurang setiap tahunnya. Hasil survei menunjukkan adanya penurunan luas permukaan es yang sangat drastis. Kami sedang berupaya mendokumentasikan proses kepunahan es di Papua karena kami sudah berada pada titik yang sangat sulit untuk mempertahankannya lagi,” ujar Donaldi, sebagaimana dikutip dari situs resmi BMKG, bmkg.go.id, pada Senin (2/12/2024).

Salju abadi di Puncak Sudirman telah lama menjadi simbol dari kekayaan alam yang unik di Indonesia. Namun, dengan terus menyusutnya tutupan es, masa depan keberadaan gletser di daerah tropis ini semakin terancam.

Proses mencairnya gletser ini menjadi salah satu dampak nyata dari perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan.

BMKG menyatakan bahwa penurunan gletser ini disebabkan oleh berbagai faktor, dengan pemanasan global menjadi penyebab utama.

Suhu udara yang semakin meningkat serta perubahan pola cuaca ekstrem di kawasan tersebut turut memperburuk kondisi salju abadi yang kini semakin tipis.

Gletser yang dulunya membentang luas, kini tinggal menyisakan sedikit sisa es, yang diperkirakan akan habis dalam waktu dekat jika tren ini terus berlanjut.

Penurunan luas tutupan es ini juga menjadi indikator penting bagi para ilmuwan dan pihak berwenang dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BMKG berharap data yang dikumpulkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lebih lanjut serta tindakan yang lebih besar dalam menghadapi ancaman terhadap lingkungan dan ekosistem di kawasan tersebut.

Kehilangan salju abadi di Pegunungan Jayawijaya bukan hanya kehilangan keindahan alam, tetapi juga dapat berimbas pada dampak ekologis yang lebih luas, termasuk terganggunya pasokan air yang bergantung pada gletser tersebut.

Masyarakat setempat yang hidup di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu dari gletser juga akan merasakan dampaknya jika salju abadi itu menghilang.

Di tengah ancaman yang semakin besar ini, BMKG juga menekankan pentingnya kesadaran global untuk lebih memperhatikan dan mengatasi perubahan iklim, yang bukan hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga pada negara-negara lain di seluruh dunia.

Jika tidak ada langkah konkret untuk menanggulangi pemanasan global, fenomena mencairnya gletser di daerah tropis ini akan menjadi semakin umum dan berbahaya bagi kelangsungan hidup berbagai makhluk hidup.

Secara keseluruhan, penelitian terbaru ini menambah panjang daftar perubahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan akibat pemanasan global.

Mengingat peran gletser dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kehidupan di sekitarnya, langkah nyata dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan upaya mitigasi perubahan iklim harus menjadi prioritas. (*/Ury)

Editor : Abdul Rochim
#Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #jayawijaya #Climate change #bmkg #salju abadi #perubahan iklim