Lonjakan Pasien di Rumah Sakit Kudus Diprediksi Berlanjut hingga Februari 2027


KUDUS – Rumah sakit di Kabupaten Kudus menghadapi peningkatan jumlah kunjungan pasien.
Lonjakan tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2027, sehingga berpotensi memperpanjang antrean di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Abdul Hakam mengatakan, peningkatan kasus penyakit menjadi salah satu pemicu bertambahnya kunjungan pasien. Kondisi ini perlu diantisipasi, terlebih cuaca mulai memasuki musim hujan.
“Prediksi kami memang outbreak penyakit ini masih meningkat. Habis ini sudah mulai hujan juga, nanti ada dampak yang lain,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya kunjungan, Hakam mengingatkan rumah sakit agar tidak menolak pasien yang datang ke IGD.
Setiap pasien harus mendapatkan penanganan awal untuk menstabilkan kondisinya sebelum diputuskan menjalani rawat inap atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
Namun, keterbatasan tempat tidur dan ruang perawatan menjadi kendala dalam pelayanan.
Kebiasaan sebagian pasien yang memilih waktu tertentu untuk pulang, seperti Selasa atau Sabtu setelah Magrib, juga dinilai menghambat pergantian tempat tidur. Akibatnya, antrean di IGD bisa semakin panjang.
Hakam menyebut infeksi saluran pernapasan masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan.
Kasus tekanan darah tinggi juga perlu mendapat perhatian.
Selain itu, cuaca panas berisiko memicu dehidrasi jika masyarakat tidak memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus penyakit, masyarakat diminta menjaga pola hidup sehat dan memperbanyak konsumsi air putih.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga perlu dimanfaatkan.
“Prinsipnya, kalau bisa jangan sakit. Sebelum sakit harus deteksi dulu. Ini memang kami harapkan nanti Cek Kesehatan Gratis (CKG) harus sering dilakukan,” ungkapnya.
Deteksi dini dan upaya pencegahan diharapkan dapat menekan risiko penyakit sekaligus mengurangi beban pelayanan rumah sakit.
Terlebih, lonjakan pasien diprediksi masih terjadi hingga Februari 2027. (san/him)



