Pilkades Grobogan 2026: Cara Calon Kades Merayu Warganya agar Dipilih


GROBOGAN – Bakal calon kepala desa (cakades) di Kabupaten Grobogan mulai menunjukkan pendekatan masing-masing untuk mendapatkan dukungan masyarakat menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades).
Ada yang mendapat dukungan ribuan warga saat mendaftar, aktif di lingkungan keagamaan, hingga menyiapkan gagasan pembangunan desa.
Di Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Suprapto datang mendaftar sebagai cakades dengan diantar ribuan pendukung pada Kamis (15/10).
Ketua Komunitas Kuli Bangunan (Kubang) Kabupaten Grobogan itu mengaku bersyukur proses pendaftaran berjalan lancar karena seluruh persyaratan telah dipersiapkan sejak malam sebelumnya.
”Dukungan ini menjadi bentuk harapan masyarakat yang mendambakan pemimpin amanah dan bisa membawa Kenteng lebih maju,” ujar Suprapto.
Ia mengatakan, awalnya tidak berniat mencalonkan diri. Namun, setelah kepala desa yang menjabat, Eko Budiyanto, menyampaikan mandat agar dirinya maju, Suprapto mulai membicarakannya dengan teman-teman dan warga.
Dorongan masyarakat yang terus mengalir akhirnya membuatnya mantap mengikuti kontestasi.
Menurut Suprapto, dukungan warga bukan sekadar penyemangat, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan apabila mendapat kepercayaan memimpin desa.
Ia juga berharap perbedaan pilihan tidak merusak kerukunan masyarakat.
”Harapan saya, pemilihan di Kenteng ini tetap adem ayem, tentrem, dan damai. Perbedaan pilihan jangan sampai membuat masyarakat terpecah,” tuturnya.
Jika terpilih, Suprapto menyiapkan sejumlah rencana pembangunan.
Di antaranya lapangan sepak bola yang dilengkapi lintasan joging untuk menunjang olahraga dan kesehatan masyarakat.
Fasilitas itu juga diharapkan mendorong tumbuhnya usaha warga di sekitarnya.
Ia turut merencanakan pembangunan gapura di perbatasan desa sebagai penanda wilayah sekaligus identitas masyarakat.
Infrastruktur pertanian, terutama jalan usaha tani, juga menjadi perhatiannya agar petani lebih mudah mengangkut hasil panen.
”Alhamdulilah pembangunan sebelumnya telah dilakukan melalui dana aspirasi dan dana pribadinya. Saya tidak membebani masyarakat dengan iuran,” terang dia.
Siti Rofiatun Maju di Pilkades Desa Klambu
Sementara itu, Siti Rofiatun resmi mendaftar sebagai bakal calon kepala Desa Klambu, Kecamatan Klambu, pada Jumat (16/10).
Istri Ketua Fraksi PPP DPRD Grobogan HM Misbah tersebut datang ke lokasi pendaftaran dengan diantar ratusan pendukung dan dibonceng suaminya menggunakan sepeda motor.
Siti mengaku keputusannya maju telah dibicarakan bersama keluarga. Dorongan dari jamaah dan masyarakat menjadi salah satu alasan yang membuatnya berani mengikuti pemilihan.
“Didorong oleh jamaah dan masyarakat, saya akhirnya memberanikan diri untuk maju. Keputusan maju baru satu pekan lalu,” ujarnya.
Siti merupakan tenaga pengajar di MTs YPI dan aktif di organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), khususnya bidang pendidikan.
Jika terpilih, ia ingin mewujudkan Desa Klambu yang sejahtera dan agamis.
Ia juga berencana melanjutkan program kepala desa sebelumnya yang dinilai sudah berjalan baik, sembari mengevaluasi dan meningkatkan pelaksanaannya berdasarkan masukan masyarakat.
Pemberdayaan generasi muda menjadi salah satu perhatiannya.
Siti menilai lulusan baru perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan keterampilan dan mendapatkan pekerjaan.
Ia juga ingin mendorong akses pendidikan bagi warga yang belum menuntaskan pendidikan formal, termasuk melalui program kejar paket.
Selain itu, Siti melihat pengelolaan sampah berpotensi menjadi kegiatan ekonomi masyarakat apabila dilakukan secara tepat.
Polres Grobogan Petakan Kerawanan Pilkades
Di sisi pengamanan, Polres Grobogan telah memetakan potensi kerawanan Pilkades dan menggelar simulasi pengendalian massa.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama mengatakan, latihan diperlukan agar personel memahami peran, tahapan tindakan, serta prosedur dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan.
“Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari kesiapan kita menghadapi potensi kerawanan Pilkades. Setiap personel harus memahami perannya, menjaga kesatuan komando, serta mampu bertindak cepat dan tepat sesuai prosedur ketika menghadapi situasi yang berkembang,” tegasnya.
Menurut Endhie, Pilkades memiliki potensi kerawanan tersendiri karena calon dan pendukung umumnya memiliki hubungan dekat di lingkungan desa.
Ikatan emosional dan fanatisme dapat memicu gesekan apabila perbedaan pilihan tidak disikapi secara bijaksana.
Potensi kerawanan juga dapat muncul saat penetapan calon, penghitungan suara, hingga pengumuman hasil.
Ketidakpuasan terhadap proses atau hasil pemilihan berpotensi memicu berkumpulnya massa di kantor panitia, balai desa, maupun kantor kecamatan.
Karena itu, personel diminta memahami aturan pengendalian massa dan penggunaan kekuatan secara bertahap, proporsional, serta sesuai prosedur.
Pendekatan humanis dan persuasif harus diutamakan, sementara anggota diminta tidak terpancing provokasi dan tetap mampu mengendalikan emosi.
Endhie juga menekankan pentingnya netralitas Polri selama seluruh tahapan Pilkades, termasuk di media sosial.
“Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat desa. Kita harus hadir untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung aman, tertib, dan damai tanpa keberpihakan. Kedepankan dialog, hindari tindakan yang tidak diperlukan, serta pastikan setiap langkah pengamanan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujarnya. (*)



