4 Pemain Keturunan yang Terkendala Bela Timnas Indonesia

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:29 WIB
Dean Zandbergen. (VV-Venlo)
Dean Zandbergen. (VV-Venlo)
RADARPATI.JAWAPOS.COM - Upaya PSSI memperkuat Timnas Indonesia melalui pemain keturunan tidak selalu berjalan mulus.

 Selain kemampuan bermain, calon pemain naturalisasi juga harus memenuhi regulasi FIFA, termasuk persyaratan garis keturunan, kelengkapan dokumen, hingga rekam jejak bersama tim nasional negara lain.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan bahwa penyerang Dinamo Bucuresti, Dean Zandbergen, terkendala persyaratan untuk memperkuat Skuad Garuda melalui jalur keturunan.

Baca Juga: PROFIL Million Manhoef, Winger Cepat Kandidat Naturalisasi Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027

Hubungan darah Indonesia yang dimilikinya disebut berasal dari generasi buyut.

Zandbergen bukan satu-satunya pemain yang pernah dikaitkan dengan peluang membela Indonesia, tetapi menghadapi hambatan kelayakan.

Nama Mauresmo Hinoke, Jairo Riedewald, dan Mitchel Bakker juga pernah menjadi perhatian publik dalam pembahasan mengenai penambahan kekuatan Timnas Indonesia.

Berikut empat pemain yang menghadapi kendala berbeda dalam upaya memperkuat Skuad Garuda.

1. Dean Zandbergen

Penyerang Dean Zandbergen menjadi salah satu nama terbaru yang dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia.

Pemain berusia 25 tahun yang membela Dinamo Bucuresti tersebut disebut memiliki darah Indonesia dari generasi buyut.

Namun, hubungan keturunan tersebut menjadi kendala apabila ia ingin memenuhi syarat melalui jalur keturunan.

Dalam regulasi FIFA, kelayakan pemain umumnya memerlukan hubungan keluarga tertentu yang dapat dibuktikan secara sah.

Untuk jalur keturunan, salah satu persyaratan yang berlaku adalah pemain memiliki orang tua atau kakek-nenek kandung yang lahir di wilayah asosiasi yang ingin diwakilinya.

FIFA juga mengatur jalur kelayakan lain, termasuk berdasarkan masa tinggal, dengan persyaratan tersendiri.

Karena itu, asal-usul Indonesia dari generasi buyut tidak otomatis membuat Zandbergen memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia melalui jalur keturunan.

2. Mauresmo Hinoke

Mauresmo Hinoke sempat mencuri perhatian ketika memperkuat Timnas Indonesia U-20 dalam Maurice Revello Tournament 2024.

Penampilannya membuat pemain TOP Oss tersebut masuk dalam pembicaraan mengenai potensi tambahan kekuatan bagi sepak bola Indonesia.

Meski demikian, peluang Hinoke terkendala persoalan garis keturunan. Manajer Timnas Indonesia U-20 saat itu, Ahmed Zaki Iskandar, menjelaskan bahwa hubungan darah Indonesia yang dimiliki Hinoke berasal dari generasi keempat atau buyut.

Kondisi tersebut menjadi hambatan untuk memenuhi persyaratan jalur keturunan sesuai regulasi FIFA.

Pengalaman tampil bersama tim kelompok umur Indonesia juga tidak serta-merta menghilangkan kewajiban untuk memenuhi ketentuan kelayakan pemain.

Dengan demikian, potensi Hinoke untuk memperkuat tim nasional senior tetap harus dilihat berdasarkan aturan yang berlaku dan status kelayakannya.

3. Jairo Riedewald

Jairo Riedewald pernah menjadi salah satu nama yang menarik perhatian karena pengalamannya bermain di Eropa.

Ia pernah memperkuat Ajax Amsterdam dan Crystal Palace, sehingga dinilai berpotensi menambah pilihan di lini tengah maupun pertahanan Timnas Indonesia.

Akan tetapi, proses untuk mengurus kelayakannya menghadapi persoalan administrasi.

Pada Februari 2025, mantan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa pihaknya belum menemukan dokumen pendukung yang cukup untuk mengajukan perpindahan federasi kepada FIFA.

Kelengkapan dan validitas dokumen menjadi faktor penting dalam proses tersebut. PSSI perlu memastikan bukti yang diajukan memenuhi ketentuan sebelum permohonan perpindahan asosiasi dapat diproses.

Selain administrasi, riwayat penampilan Riedewald bersama Timnas Belanda juga menjadi aspek yang harus diperiksa.

 Ia tercatat pernah tampil tiga kali dalam pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2016.

Pengalaman membela tim nasional sebelumnya membuat statusnya tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan garis keturunan.

Kelayakan Riedewald harus diperiksa berdasarkan regulasi FIFA mengenai penampilan internasional dan perpindahan asosiasi.

4. Mitchel Bakker

Mitchel Bakker juga pernah dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia karena kabar mengenai garis keturunannya dari Maluku. Bek tersebut memiliki pengalaman bermain di sejumlah klub Eropa, termasuk Paris Saint-Germain, Bayer Leverkusen, dan Atalanta.

Namun, peluang Bakker melalui jalur keturunan menghadapi kendala serupa dengan Zandbergen dan Hinoke. Pada Januari 2025, anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga menyampaikan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan hubungan keturunan Indonesia Bakker berasal dari generasi buyut.

Berdasarkan informasi yang tersedia saat itu, PSSI tidak melanjutkan pembicaraan melalui jalur keturunan. Sebab, jalur tersebut pada umumnya mensyaratkan hubungan dengan orang tua atau kakek-nenek kandung yang lahir di negara atau wilayah asosiasi yang hendak diwakili.

Regulasi FIFA dan Dokumen Jadi Penentu

Kasus Dean Zandbergen, Mauresmo Hinoke, Jairo Riedewald, dan Mitchel Bakker menunjukkan bahwa penambahan pemain keturunan untuk Timnas Indonesia tidak cukup hanya mempertimbangkan kualitas di lapangan atau asal-usul keluarga.

Persyaratan FIFA, bukti silsilah, dokumen kewarganegaraan, serta riwayat penampilan bersama tim nasional lain perlu diperiksa secara menyeluruh. Setiap pemain juga memiliki latar belakang berbeda sehingga kendala dan status kelayakannya tidak bisa disamakan.

Karena itu, verifikasi menjadi tahapan penting sebelum PSSI melanjutkan proses naturalisasi maupun perpindahan federasi. Pemenuhan ketentuan yang berlaku akan menentukan apakah seorang pemain benar-benar dapat memperkuat Skuad Garuda. (*)

Editor : Abdul Rochim
Dean Zandbergen Mauresmo Hinoke Jairo Riedewald Mitchel Bakker Timnas Indonesia