Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blora Tak Bisa Olah Sampah Jadi Listrik Sendiri, Pasokan Hanya 55 Ton per Hari

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
MENUMPUK: Gunungan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) Kabupaten Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
MENUMPUK: Gunungan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) Kabupaten Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

Advertisement

BLORA – Kabupaten Blora belum bisa menjalankan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) secara mandiri karena pasokan sampah daerah tersebut belum memenuhi kebutuhan minimal proyek, sehingga harus berkolaborasi dengan Kabupaten Pati dan sejumlah daerah sekitarnya.

Program PSEL merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan sampah di berbagai daerah yang pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Istadi Rusmanto mengatakan, fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sedikitnya 1.000 ton sampah setiap hari, sedangkan produksi sampah di Blora masih jauh dari jumlah tersebut.

Advertisement

"Jadi, kami harus kolaborasi. Nanti kami ikut Pati," katanya.

Istadi menyebutkan, volume sampah di Kabupaten Blora saat ini hanya sekitar 55 ton per hari, sehingga pembangunan fasilitas pengolahan harus melibatkan beberapa kabupaten untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya.

Menurutnya, fasilitas PSEL direncanakan dibangun di Kabupaten Pati karena daerah tersebut dinilai memiliki kesiapan lahan, sedangkan pasokan sampah akan didukung sejumlah wilayah tetangga, termasuk Blora.

Advertisement

Dia menilai program tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persoalan sampah, terlebih kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) di Blora saat ini sudah mendekati kapasitas maksimal.

Kabupaten Blora memiliki dua TPA, yakni TPA Tempurejo Blora dengan kapasitas 60.554 ton dan TPA Jambe Cepu yang mampu menampung hingga 25.670 ton sampah.

Dalam mekanisme PSEL, sampah tidak harus dipisahkan berdasarkan jenis organik maupun anorganik karena proses pengolahan akan menggunakan fasilitas dan teknologi yang disediakan dalam program tersebut.

"Untuk armada dan mobilisasi akan dibantu tim yang menangani PSEL. Daerah tinggal menyiapkan pengangkutan sampah untuk dikirim ke lokasi pengolahan," jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

 Modal 360 Suara, Putri Aruri Risnawati Segera Jadi Anggota DPRD Blora

Modal 360 Suara, Putri Aruri Risnawati Segera Jadi Anggota DPRD Blora

Putri Aruri Risnawati segera mengisi kursi DPRD Blora melalui PAW Partai Demokrat menggantikan Supriedi yang meninggal dunia. Meski hanya memperoleh 360 suara, KPU menyatakan Putri memenuhi syarat sebagai calon pengganti

 BPN Blora Catat 17 Sengketa Pertanahan Sepanjang 2026

BPN Blora Catat 17 Sengketa Pertanahan Sepanjang 2026

BPN Blora mencatat 17 pengaduan sengketa pertanahan sepanjang 2026. Sebanyak 16 kasus atau 94 persen telah ditangani, sementara satu kasus masih berproses.

 Baru Ditempati, Pasar Ngawen Blora Senilai Rp 30 Miliar Justru Bocor Saat Hujan

Baru Ditempati, Pasar Ngawen Blora Senilai Rp 30 Miliar Justru Bocor Saat Hujan

Pasar Ngawen Blora senilai Rp 30 miliar mengalami kebocoran tak lama setelah ditempati pedagang. Air hujan masuk ke Blok A dan B hingga menggenangi lantai karena belum tersedia saluran resapan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer