BANGKOK - Nasib bek sayap Timnas Indonesia, Pratama Arhan, bersama Bangkok United mulai menjadi sorotan.
Pemain berusia 23 tahun itu terancam kehilangan tempat di skuad utama setelah klub mendatangkan bek senior asal Korea Selatan, Lee Ki-je.
Kehadiran Lee Ki-je pada paruh musim membuat persaingan di lini belakang Bangkok United semakin ketat.
Baca Juga: Persija Menang Telak 4-0 atas Persis Solo: Jean Mota Dua Asist, Gustavo Tutup Kemenangan
Pemain berusia 34 tahun tersebut direkrut untuk memperkuat pertahanan tim yang tengah memburu target besar di kompetisi Asia.
Media Korea, Starnews, menyebut Lee Ki-je kembali melanjutkan karier sepak bolanya di Thailand setelah sebelumnya bermain di Iran.
“Lee Ki-je (34), yang kembali ke Korea dari Iran untuk menghindari perang, akan memulai kehidupan sepak bolanya yang baru di Thailand,” tulis laporan tersebut.
Dengan pengalaman panjang di level internasional, Lee Ki-je langsung menjadi pilihan utama di lini pertahanan Bangkok United.
Kondisi ini berdampak langsung pada posisi Arhan yang perlahan mulai tersisih dari skuad inti.
Situasi Arhan semakin sulit karena dirinya juga sempat mengalami cedera yang mengganggu performa dan ritme bermainnya.
Bahkan, dalam pertandingan terbaru, nama mantan pemain PSIS Semarang itu tidak masuk dalam daftar susunan pemain.
Hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa peran Arhan di Bangkok United mulai tergerus.
Jika tidak segera bangkit dan merebut kembali kepercayaan pelatih, peluangnya untuk bertahan di klub tersebut bisa semakin kecil.
Ancaman lain juga datang dari regulasi Liga Thailand. Mulai musim 2026/2027, kompetisi tersebut dikabarkan akan menghapus kuota pemain ASEAN.
Kebijakan ini tentu menjadi tantangan besar bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Pratama Arhan.
Tanpa slot khusus ASEAN, persaingan akan semakin berat karena pemain harus bersaing langsung dengan pemain asing dari berbagai negara.
Situasi ini membuat masa depan Arhan di Bangkok United berada di persimpangan.
Ia dituntut untuk segera membuktikan kualitasnya agar tetap mendapat tempat dan menjaga kariernya di luar negeri tetap berjalan stabil.
Publik sepak bola Indonesia kini menanti bagaimana respons Pratama Arhan menghadapi tekanan besar tersebut, sekaligus upayanya untuk kembali menjadi andalan di level klub maupun Timnas Indonesia. (*/him)