BANDUNG – Hasil imbang kontra Persebaya menjadi rem kecil dalam laju impresif Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026.
Meski gagal menambah tiga poin, Maung Bandung tetap nyaman di puncak klasemen hingga pekan ke-23.
Persib kini mengoleksi 54 poin dari 23 pertandingan, hasil 17 kemenangan, 3 seri, dan 3 kekalahan.
Produktivitas gol mereka juga tergolong tajam dengan 39 gol dan baru kebobolan 13 kali—menjadikan lini pertahanan mereka salah satu yang terbaik di liga dengan selisih gol +26.
Namun, hasil seri terbaru membuat jarak dengan pesaing terdekat mulai menipis.
Kejaran Ketat dari Persija dan Borneo
Di bawah Persib, Persija Jakarta terus membayangi dengan 50 poin dari 23 laga.
Macan Kemayoran mencatat 16 kemenangan dan menunjukkan performa stabil dalam lima laga terakhir.
Sementara itu, Borneo FC Samarinda menempel di posisi ketiga dengan 49 poin, meski baru memainkan 22 pertandingan.
Artinya, Pesut Etam berpeluang memangkas jarak lebih jauh jika mampu menyapu bersih laga tunda.
Situasi ini membuat setiap laga tersisa menjadi krusial bagi Persib.
Konsistensi Jadi Modal Utama
Dalam lima pertandingan terakhir, Persib mencatat empat kemenangan dan satu hasil seri. Tren tersebut sebenarnya menunjukkan stabilitas performa.
Hanya saja, kegagalan menang atas Persebaya memberi sinyal bahwa tekanan di papan atas semakin nyata.
Pelatih Bojan Hodak dipastikan langsung melakukan evaluasi, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir.
Sebab, dengan persaingan yang makin ketat, satu hasil imbang bisa berdampak besar pada perburuan gelar.
Papan Atas Makin Panas
Di posisi keempat, Malut United mengoleksi 41 poin, disusul Persebaya dengan 39 poin dari 24 laga.
Persaingan zona atas kini semakin kompetitif, baik dalam perebutan gelar maupun tiket kompetisi musim depan.
Bagi Persib, hasil seri ini bisa menjadi alarm dini. Mereka masih memimpin, tetapi tekanan semakin terasa dari tim-tim di bawahnya.
Maung Bandung memang belum tergeser. Namun jika lengah, keunggulan yang selama ini terjaga bisa terkikis dalam hitungan pekan. (*/him)
Editor : Abdul Rochim