PATI - Tim berjuluk Laskar Saridin ini harus kembali menelan pil pahit setelah kalah tipis 0-1 dari PSDS Deli Serdang dalam lanjutan laga Grup A Liga Nusantara, Senin (15/12), di Stadion dr. Moch Soebroto, Magelang.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persipa, sekaligus memastikan mereka menutup putaran pertama musim ini dengan hasil yang sangat mengecewakan sebagai juru kunci klasemen.
Petaka bagi Persipa Pati datang di awal babak pertama, pemain PSDS, Rizky Tri Ananda, berhasil merobek jala Persipa dan membawa timnya unggul cepat.
Tertinggal satu gol, Persipa sebenarnya berupaya keras untuk bangkit. Serangan demi serangan dibangun untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, upaya Laskar Saridin tidak membuahkan hasil.
Skor 1-0 untuk kemenangan PSDS Deli Serdang tetap bertahan. Hasil minor di Magelang ini mempertegas performa buruk Persipa Pati sepanjang putaran pertama Liga Nusantara.
Pelatih Persipa Pati, Eduard Tjong, mengakui kekecewaan atas hasil pertandingan yang diraih timnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjuangan Persipa belum berakhir karena masih akan menghadapi lawan yang sama dalam dua pertemuan ke depan.
“Secara hasil pertandingan kita kecewa, tapi ini belum selesai. Kita masih ketemu mereka dua kali. Kita harus kerja ekstra untuk lepas dari posisi ini,” ujar Eduard Tjong usai pertandingan.
Eduard tetap mengapresiasi perjuangan para pemain Persipa yang telah berusaha maksimal sepanjang laga.
Ia menilai lawan, PSDS, tampil sangat disiplin dan spartan, terutama dalam bertahan.
“Terima kasih kepada perjuangan anak-anak. PSDS main spartan, tapi dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.
Ia mengakui Persipa mengalami kesulitan membongkar pertahanan lawan yang tampil sangat rapat di lini belakang.
Kondisi tersebut membuat alur serangan Persipa kerap mentok sebelum memasuki area berbahaya.
“PSDS di belakang rapat banget, jadi memang sulit untuk ditembus,” ungkapnya.
Terkait gol yang bersarang ke gawang Persipa, Eduard menjelaskan bahwa skema tersebut sebenarnya sudah diantisipasi saat sesi briefing.
Namun, masih terjadi kelengahan dalam pengawalan pemain dan antisipasi umpan silang.
“Proses gol lawan sebenarnya sudah kita antisipasi waktu briefing, tapi ada sedikit miss saat menjaga pemain dan saat bola di-crossing. Kita lengah, dan itu yang dimanfaatkan lawan,” jelasnya.
Ke depan, Eduard menegaskan akan fokus membangkitkan mental para pemain agar bisa tampil lebih percaya diri dan siap menghadapi laga selanjutnya.
“Kita akan berusaha menaikkan mental anak-anak lagi. Perjuangan masih panjang,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu pemaian Persipa Pati, Munirul Anam menilai hasil pertandingan tersebut sangat mengecewakan.
“Hasil yang mengecewakan, selanjutnya kami akan introspeksi diri dan lebih kerja keras lagi,” pungkasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab