REMBANG – Penanganan siswa MAN 2 Rembang atau MAN Lasem yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dilakukan di Puskesmas Lasem.
Hingga Jumat (11/9), tercatat empat siswa masih menjalani perawatan intensif. Sebelumnya terdapat 12 siswa MAN 2 Rembang yang dirawat di fasilitas kesehatan tersebut.
Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto mengatakan, delapan pasien telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dokter.
"Divisit dokter diperbolehkan pulang 8 pasien," kata Joko kepada Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (11/9).
Baca Juga: Wakil BGN Jenguk Siswa di Rembang, Menu Melon Disorot dalam Evaluasi Dugaan Keracunan MBG
Pada hari yang sama, Puskesmas Lasem juga mendapat kunjungan Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono. Kunjungan dilakukan sekitar pukul 10.00 hingga 10.30.
Joko menegaskan, Puskesmas Lasem masih menerapkan status tanggap darurat dalam penanganan kasus tersebut. Fokus utama petugas adalah memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis hingga dinyatakan pulih.
"Prioritas utama adalah pelayanan pasien berjalan baik dan semua bisa sembuh," jelasnya.
Biaya pengobatan pasien juga dipastikan tidak dibebankan kepada keluarga. Sesuai arahan Bupati Rembang Harno dan Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr Ali Syofi’i, pasien yang memiliki BPJS Kesehatan akan menggunakan skema klaim BPJS.
Sementara pasien yang tidak memiliki BPJS akan diajukan pembiayaannya kepada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) terkait.
Untuk siswa SMANELA, seluruh 12 pasien diketahui memiliki BPJS. Sedangkan data kepesertaan siswa MAN 2 Rembang masih dalam proses pendataan karena membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
"Untuk MAN 2 Rembang kita tanggap darurat dahulu. Kita belum peroleh data resmi dari sekolah, proses hari ini masih menambah. Untuk mengecek punya atau tidak kita harus punya NIK dahulu," terang Joko.
Selain siswa MAN 2 Rembang, sebelumnya Puskesmas Lasem juga menangani sejumlah pasien dari MTs Lasem yang mengalami keluhan ringan.
Sebanyak 11 pasien sempat tercatat di unit gawat darurat. Tujuh pasien mendapatkan obat kemudian diperbolehkan menjalani rawat jalan. Sedangkan empat lainnya sempat mendapatkan infus pada pagi, sore, dan malam sebelum dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.
Hingga Jumat (11/9), tidak ada lagi pasien MTs Lasem yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Rembang Ahmad Suhadak Solikin menyampaikan seluruh siswa MAN Lasem yang sebelumnya menjalani perawatan telah pulang. Pada Jumat pagi masih terdapat tiga siswa yang berada di fasilitas kesehatan dan sempat dikunjungi Wakil BGN.
Pada hari yang sama, dua siswa kembali datang ke Puskesmas Lasem. Keduanya disebut sudah mengalami keluhan berupa mules dan muntah sejak dari rumah.
"Mereka sudah sakit, mules dan muntah dari rumah. Baru merasakan keluhan sakit. Ditangani oleh petugas kesehatan dari puskesmas," kata Ahmad.
Sebelumnya, Wakil BGN juga meninjau kondisi siswa MAN 2 Rembang yang dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang dan Puskesmas Lasem. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SPPG yang menjadi pemasok makanan.
Untuk MAN Lasem, makanan program MBG diketahui dipasok dari dapur SPPG Ngemplak. (*)
Editor : Abdul Rochim