Diduga Diare Massal Usai Santap MBG, DPRD Rembang Jenguk Korban hingga Cek SOP

Wisnu Aji • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:54 WIB

TURUN LANGSUNG: Kepala Puskesmas Lasem, Rembang, dr Joko Paryanto (berpeci) berbincang dengan Anggota DPRD Rembang Frida Iriani (tengah) saat meninjau murid dan guru SMAN 1 Lasem yang dirawat di UGD puskesmas. (WISNU AJI/RADAR PATI)
TURUN LANGSUNG: Kepala Puskesmas Lasem, Rembang, dr Joko Paryanto (berpeci) berbincang dengan Anggota DPRD Rembang Frida Iriani (tengah) saat meninjau murid dan guru SMAN 1 Lasem yang dirawat di UGD puskesmas. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Munculnya kasus diare massal yang dialami sejumlah murid dan guru SMAN 1 Lasem mendapat perhatian DPRD Rembang.

Sejumlah anggota dewan turun langsung meninjau kondisi pasien di Puskesmas Lasem sekaligus mengecek informasi terkait dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi IV DPRD Rembang Frida Iriani bersama Sahningsih mendatangi Puskesmas Lasem untuk melihat kondisi murid dan guru yang mendapatkan perawatan.

Mereka juga menggali informasi dari pihak puskesmas dan sekolah.

Baca Juga: NGERI! 752 Murid SMAN 1 Lasem Diduga Keracunan MBG

Frida mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai sejumlah murid dan guru yang mengalami diare. Apalagi, kabar tersebut juga ramai beredar di media sosial.

“Usai dari TK Sendangagung saya dapat info ada diare masal. Saya langsung meluncur ke Puskesmas Lasem. Ada belasan murid dan guru yang dirawat. Sebagian besar langsung diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Meski demikian, Frida menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Termasuk apakah berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa atau faktor lain.

“Kami tidak bisa judge, apakah ini keracunan MBG atau faktor lain. Dari keterangan pak dokter, kalau keracunan MBG mestinya semua. Tapi, apakah dari MBG atau lainnya, kami belum pasti,” jelasnya.

Keluhan Mual hingga Diare

Salah seorang wali murid, Karjono, warga Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem, mengaku kaget setelah mendapat kabar anaknya mengalami gangguan kesehatan di sekolah.

Menurutnya, sang anak mengeluhkan mual dan sering buang air besar setelah menyantap MBG. Ia kemudian menjemput anaknya dari sekolah sekitar pukul 09.00.

“Saya dapat kabar dari sekolah, katanya anak saya sakit. Begitu saya jemput jam 09.00, kondisinya sudah sangat lemas dan pusing. Langsung saya bawa pulang dan diperiksakan ke petugas medis,” ujarnya.

Karjono mengaku kurang setuju dengan program MBG. Ia menilai menu yang diberikan terkadang belum sesuai dengan kondisi anak dan masih mempertanyakan kandungan gizinya. 

“Lebih baik diganti uang saja,” katanya.

Sementara itu, salah seorang siswi SMAN 1 Lasem, Muamanah Elvia Setyawati, mengaku menyantap MBG di sekolah pada Rabu (2/9) sekitar pukul 11.30.

Setelah makan, ia belum merasakan keluhan hingga pulang sekolah. Gejala baru muncul pada malam hari berupa mual dan perut terasa melilit.

“(Kemarin, Red) saya tetap masuk sekolah. Belum sempat antre WC sekolah, karena lemas. Akhirnya dibawa ke Puskesmas Lasem,” akunya saat ditemui di Puskesmas Lasem.

Puskesmas Tangani Pasien Lebih Dulu

Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto mengatakan, pihaknya langsung mengirimkan tim setelah menerima laporan adanya murid dan guru SMAN 1 Lasem yang mengalami diare secara bersamaan.

Satu unit ambulans juga dikerahkan untuk mendukung penanganan di lokasi.

“Paling utama tanggap darurat dulu. Kami belum bisa menyimpulkan keracunan atau tidak. Terpenting ditangani terlebih dulu,” ungkapnya.

Jumlah pasien yang datang ke Puskesmas Lasem terus bertambah. Hingga pukul 11.00, tercatat 15 pasien masuk. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 18 orang.

Setelah menjalani observasi, tiga pasien harus menjalani rawat inap. Keluhan yang dialami antara lain muntah, mual, dan diare.

“Keluhannya ada muntah, mual, dan diare. Kami atasi dulu. Mudah-mudahan segera membaik dan bisa aktivitas seperti biasa lagi secepatnya,” harap Joko.

Menurutnya, penyelidikan mengenai kemungkinan makanan MBG sebagai faktor penyebab baru dapat dilakukan setelah penanganan darurat selesai. Sebab, kondisi saat ini juga bertepatan dengan musim diare.

“Di ruang perawatan Puskesmas Lasem banyak yang dirawat karena diare juga. Di luar dari SMAN 1 Lasem,” ujarnya.

DPRD Cek Distribusi MBG

Ketua Komisi IV DPRD Rembang Muhammad Rofi’i bersama Wakil Ketua Supriyadi Eko Praptomo dan sejumlah anggota DPRD lainnya turut memantau kondisi pasien di Puskesmas Lasem.

Sebagian anggota dewan juga mendatangi SMAN 1 Lasem untuk menggali kronologi kejadian. Mereka juga berencana meninjau prosedur operasional standar (SOP) distribusi MBG di sekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan sekaligus mencari informasi yang lebih lengkap mengenai kejadian yang dialami para siswa dan guru.

DPRD Rembang menilai penyebab gangguan kesehatan tersebut perlu ditelusuri terlebih dahulu sebelum menyimpulkan adanya kaitan dengan program MBG. (noe/lin)

Editor : Abdul Rochim
dugaan keracunan MBG diare massal Rembang Puskesmas Lasem dprd rembang sman 1 lasem