REMBANG – Sebuah rumah joglo milik warga Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, ludes dilalap api pada Rabu (8/7) malam.
Kebakaran diduga dipicu pembakaran kotoran sapi yang kemudian merembet ke jerami kering hingga membakar seluruh bangunan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, membenarkan kejadian tersebut. Rumah yang terbakar diketahui milik Sumindar (68), warga RT 005 RW 002 Desa Logung.
Baca Juga: Begini Tujuan Kemensos Terjunkan PIC ke Sekolah Rakyat Kaliombo di Rembang
"Penyebab diduga akibat pembakaran kotoran sapi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7).
Menurut Luthfi, api pertama kali muncul dari area kandang sapi sebelum merembet ke rumah yang sebagian besar berbahan kayu.
Kondisi bangunan semi permanen membuat kobaran api cepat membesar sehingga seluruh rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan.
Berdasarkan laporan BPBD, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Anak korban, Gunarti (40), yang terbangun dari tidur melihat kobaran api di bagian belakang rumah.
Ia kemudian membangunkan orang tuanya agar segera menyelamatkan diri.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
"Setelah korban meminta bantuan, warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya," jelas Luthfi.
Perangkat Desa Logung kemudian menghubungi Polsek Sumber yang diteruskan dengan laporan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 23.14 WIB.
Sebanyak tiga armada pemadam diterjunkan ke lokasi, terdiri atas satu unit mobil Brandweer dan dua mobil tangki air.
Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk menjinakkan kobaran api.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.17 WIB setelah dilakukan empat kali pengisian air (ritasi), dilanjutkan proses pendinginan.
Luthfi mengatakan, untuk sementara keluarga korban mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu bantuan lebih lanjut.
"Saat ini keluarga korban untuk sementara tinggal bersama kerabat terdekat sambil menunggu bantuan lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Sumber AKP Pujiono juga membenarkan kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari pembakaran kotoran sapi yang masih menyala, kemudian merembet ke tumpukan jerami kering di belakang rumah hingga membesar.
Rumah berukuran sekitar 10 x 11 meter yang didominasi material kayu itu akhirnya terbakar habis.
"Kerusakan meliputi seluruh bangunan rumah dengan estimasi kerugian sekitar Rp200 juta," ujar AKP Pujiono.
Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di sekitar permukiman, terutama pada musim kemarau, karena bara api yang tidak benar-benar padam berpotensi memicu kebakaran. (noe)
Editor : Abdul Rochim