
KUDUS – Penanganan jalan ambrol di depan portal masuk kawasan wisata Colo, Kabupaten Kudus, mulai memasuki tahap persiapan.
Konsultan pengawas bersama tim teknis melakukan survei dan pengukuran lapangan sebagai langkah awal sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Konsultan Pengawas PT Matrix Engineering, Siswanto, mengatakan survei lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi sekaligus mencocokkan hasil perencanaan teknis dengan kondisi riil di lapangan.
Sebelumnya, tim juga telah melakukan survei awal pada 1 Juli 2026 untuk mengumpulkan data sebagai dasar penyusunan desain teknis.
"Hari ini masih tahap persiapan berupa survei lapangan. Sebelumnya kami sudah melakukan survei pertama untuk mengambil data dan membuat gambaran teknis sebagai dasar perencanaan," ujarnya, Rabu (8/7).
Menurutnya, proyek penanganan jalan ambrol akan difokuskan pada pembangunan dinding penahan tanah menggunakan metode borepile.
Sistem tersebut dipilih karena dinilai paling sesuai dengan karakteristik tanah di kawasan Colo yang berada di wilayah perbukitan.
Ia menjelaskan, penggunaan borepile telah melalui kajian teknis dan mendapat persetujuan dari konsultan perencana serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah.
"Kami ingin pembangunan dilakukan semaksimal mungkin agar hasilnya benar-benar kuat. Sistem borepile dipilih karena paling cocok untuk kondisi tanah di Colo," katanya.
Dalam proyek tersebut akan dipasang 19 tiang borepile dengan kedalaman sekitar 25 meter setiap tiang. Penanganan dilakukan pada ruas jalan yang ambrol sepanjang kurang lebih 40 meter.




