Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Modernisasi Pertanian Digenjot, Pemkab Rembang Salurkan Ratusan Alsintan untuk Petani

wisnu aj • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:54 WIB

DISALURKAN: Bupati Rembang, Harno menyalurkan alsintan yang bersumber APBD 2026 di halaman Dintanpan Rembang. (WISNU AJI/RADAR PATI)
DISALURKAN: Bupati Rembang, Harno menyalurkan alsintan yang bersumber APBD 2026 di halaman Dintanpan Rembang. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penyaluran ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya mendukung musim tanam tembakau yang tahun ini mencapai sekitar 7.400 hektare.

Penyaluran alsintan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Rembang Harno bersama Anggota DPR RI Firman Soebagyo di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Selasa (7/7).

Baca Juga: Daftar Delapan Penerima Aliran Dana TPP Dindikpora Rembang yang Diselewengkan

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan sarasehan petani sebagai wadah menyerap aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian.

Bupati Harno mengatakan, bantuan alsintan yang disalurkan berasal dari APBD Kabupaten Rembang 2026 maupun APBN.

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung petani tembakau yang saat ini memasuki musim tanam.

"Khususnya untuk tembakau. Kebetulan saat ini sedang musim tanam tembakau," ujarnya.

Ia meminta seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal serta merawatnya dengan baik agar umur pakai alat lebih panjang dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

"Setiap tahun selalu ada bantuan alsintan. Yang terpenting alat yang diterima dimanfaatkan dan dirawat dengan baik," katanya.

Menurut Harno, mekanisasi pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung target swasembada pangan.

Selain peralatan, keberhasilan sektor pertanian juga ditentukan oleh ketersediaan benih berkualitas, pupuk, hingga kecukupan air irigasi.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus menampung berbagai aspirasi petani, mulai dari persoalan harga pupuk, ketersediaan pupuk bersubsidi, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pertanian lainnya.

"Kami tampung semua masukan petani dan bersama-sama mencarikan solusi, mulai dari harga pupuk, ketersediaannya, hingga kebutuhan alat-alat pertanian," tegasnya.

Harno juga mendorong petani milenial di Kabupaten Rembang agar terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan di bidang pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau, masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Sementara itu, Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan pihaknya berkomitmen mempercepat pengadaan alsintan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Menurutnya, kebutuhan utama petani tembakau saat ini meliputi cultivator, mesin perajang tembakau, kendaraan roda tiga, hingga pupuk agar dapat dimanfaatkan tepat pada musim tanam.

"Harapan kami pemerintah kabupaten benar-benar hadir membantu petani tembakau sehingga berdampak positif terhadap produksi maupun produktivitas tembakau pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Berdasarkan data Dintanpan Rembang, alsintan yang disediakan melalui APBD 2026 meliputi 56 unit cultivator, 27 kendaraan roda tiga, 24 mesin perajang tembakau, enam pompa air serta tambahan 200 unit pompa air dari APBN, tujuh unit combine harvester, satu traktor roda empat, 83 traktor roda dua, dan 24 traktor rotary. (noe)



 
 
Editor : Abdul Rochim
#modernisasi pertanian #rembang #Harno #swasembada pangan #Alsintan