REMBANG – Minyak goreng merek MinyaKita yang diduga terkontaminasi bau solar sempat ditemukan di enam desa di Kabupaten Rembang.
Produk tersebut merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan (banpang) kepada masyarakat.
Setelah menerima laporan dari warga, Bulog bersama produsen langsung melakukan penarikan dan penggantian seluruh produk yang bermasalah.
Temuan tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sedan dan Kecamatan Rembang.
Baca Juga: Setahun Pasca Atap Roboh, Gedung Dinperinaker Rembang Mulai Diperbaiki
Saat ini proses penarikan telah selesai sehingga Bulog memastikan minyak goreng pengganti yang disalurkan kepada masyarakat sudah dalam kondisi aman.
Kepala Gudang Bulog Rembang, Dimas Yoga S, membenarkan adanya penarikan MinyaKita yang diproduksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah. Dugaan kontaminasi diketahui setelah warga melaporkan minyak goreng bantuan memiliki aroma menyerupai solar.
Begitu menerima laporan dari pemerintah desa, Bulog langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan kondisi produk.
"Kami turun langsung melakukan pengecekan. Memang ada aroma tipis yang tidak sesuai dengan karakteristik minyak goreng pada umumnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
Setelah hasil pengecekan diperoleh, Bulog melaporkan temuan tersebut kepada kantor cabang dan selanjutnya diteruskan kepada pihak produsen agar segera dilakukan penanganan.
Salah satu laporan pertama berasal dari Desa Pacing, Kecamatan Sedan.
Di desa tersebut bantuan pangan berupa minyak goreng telah diterima masyarakat.
Total alokasi bantuan mencapai 1.584 liter.
Meski tidak seluruh minyak goreng berhasil dikembalikan karena sebagian sudah digunakan atau dibuang oleh warga, produsen tetap mengganti seluruh alokasi bantuan sesuai jumlah penerima manfaat.
"Produsen mengganti sesuai jumlah penerima meskipun barang yang ditarik tidak seluruhnya utuh. Ada yang sudah dipakai, ada yang tinggal setengah atau seperempat kemasan. Semuanya tetap diganti," jelas Dimas.
Selain Desa Pacing, laporan serupa juga muncul dari Desa Candimulyo dan Desa Menoro di Kecamatan Sedan. Ketiga desa tersebut telah lebih dulu menyalurkan bantuan kepada warga sebelum adanya temuan dugaan kontaminasi.
Sementara di Kecamatan Rembang, temuan terjadi di Desa Kedungrejo, Turusgede, dan Kumendung.
Berbeda dengan di Kecamatan Sedan, minyak goreng di tiga desa tersebut belum sempat dibagikan kepada masyarakat sehingga penarikan dan penggantian dapat dilakukan sebelum distribusi.
"Begitu ada komplain langsung kami survei. Untuk yang belum disalurkan, langsung kami tarik seluruhnya dan diganti seluruhnya oleh produsen," katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab munculnya aroma menyerupai solar pada produk tersebut.
Namun Bulog memastikan seluruh minyak goreng yang diduga bermasalah telah ditarik dari peredaran dan diganti dengan produk baru sehingga proses penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Rembang telah kembali normal. (noe)