Sekolah Berbasis Boarding Diproyeksikan Tak Lagi Menerima MBG

Indah Susanti • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 07:45 WIB

MAKAN BARENG: Murid SMP 4 Kudus saat menyantap menu MBG bersama di halaman sekolah. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)
MAKAN BARENG: Murid SMP 4 Kudus saat menyantap menu MBG bersama di halaman sekolah. (INDAH SUSANTI/RADAR PATI)

KUDUS – Tidak semua sekolah nantinya diproyeksikan menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekolah berbasis boarding atau berasrama menjadi salah satu yang berpotensi tidak lagi menerima distribusi MBG.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, sekolah berbasis boarding umumnya telah memiliki dapur sendiri.

Baca Juga: Kejari Kudus Setor Hasil Lelang ke Kas Negara Rp 977,87 Juta

Fasilitas tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi murid di lingkungan sekolah.

Namun, dapur yang digunakan harus memenuhi standar dan prosedur operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ke depan nanti, tidak semua sekolah menerima MBG. Sekolah-sekolah yang berhak menerima MBG yakni sekolah yang berada di pelosok, yang benar-benar butuh makanan yang bergizi. Ini harus dicermati betul-betul,” ungkap Mu’ti.

Menurut dia, sekolah yang telah memiliki kantin juga dapat mengembangkan fasilitas tersebut menjadi dapur MBG.

Langkah itu dinilai lebih efektif karena sekolah sudah memiliki sarana pendukung untuk menyediakan makanan bagi para murid.

Sementara sekolah yang belum memiliki kantin maupun dapur sendiri dinilai menjadi kelompok yang lebih membutuhkan dukungan program MBG.

Mu’ti menambahkan, sekolah dengan program full day rata-rata telah memiliki dapur sendiri.

Karena itu, sekolah dengan kondisi tersebut dapat memilih untuk tidak menerima distribusi MBG apabila kebutuhan makanan murid sudah dapat dipenuhi secara mandiri.

Sekolah Swasta di Kudus Ada yang Tak Terima MBG

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Anggun Nugroho mengatakan, saat ini memang terdapat sejumlah sekolah di Kudus yang menyatakan tidak menerima program MBG.

Keputusan tersebut diketahui berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada wali murid.

“Ya, kebanyakan sekolah swasta terutama tingkat SD. Kalau untuk sekolah negeri di Kudus mendapatkan MBG. Kalau ke depannya memang dipilah kembali, kami mengikuti saja aturan dari pusat,” jelasnya.

Anggun menambahkan, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kudus hingga saat ini berjalan dengan baik.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton juga telah melakukan diskusi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG di wilayah Kudus.

Dengan adanya evaluasi sasaran penerima, pemerintah diharapkan dapat memastikan program MBG benar-benar menjangkau sekolah dan murid yang paling membutuhkan asupan makanan bergizi. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
sekolah boarding Abdul Mu’ti program MBG Kudus Makan Bergizi Gratis MBG kudus