KUDUS – SMP 2 Kudus mengoptimalkan penerapan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui inovasi aplikasi berbasis website.
Aplikasi tersebut digunakan sebagai jurnal digital untuk memantau kebiasaan harian siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
Kepala SMP 2 Kudus, In Setyorini, mengatakan inovasi ini dikembangkan setelah sekolah mengevaluasi sistem pelaporan manual menggunakan buku tulis yang dinilai kurang efektif.
Baca Juga: 200 Murid Meriahkan Puncak Hari Anak di Pendapa Kudus, Pemkab Komitmen Kabupaten Layak Anak
"Kadang ada anak yang bukunya ketinggalan, jadi kami buat secara digital, apalagi sekarang zamannya digital," ujarnya.
Permudah Pemantauan Siswa
Melalui aplikasi tersebut, seluruh siswa diwajibkan mengisi jurnal setiap hari sesuai pelaksanaan tujuh kebiasaan yang telah ditetapkan.
Guru dapat memantau perkembangan siswa secara langsung, sementara orang tua juga diberikan akses untuk melihat grafik aktivitas anak melalui platform yang sama.
Menurut In, sistem digital ini tidak hanya memudahkan pemantauan, tetapi juga melatih kejujuran siswa.
"Di sini anak juga dilatih untuk jujur. Karena di aplikasi akan disediakan pilihan, dilakukan atau tidak. Kalau tidak dilakukan harus mengisi alasannya apa," jelasnya.
Tujuh Kebiasaan yang Dipantau
Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan inisiatif Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk membangun karakter generasi muda.
Tujuh kebiasaan yang dipantau melalui aplikasi meliputi:
- Bangun pagi.
- Beribadah sesuai agama dan kepercayaan.
- Berolahraga secara rutin.
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
- Gemar belajar dan meningkatkan literasi.
- Bermasyarakat serta peduli lingkungan.
- Tidur lebih awal dengan waktu istirahat yang cukup.
Seluruh aktivitas tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Baca Juga: Penerangan Jalan Tenaga Surya Terangi Perbatasan Kudus, Ditarget Menyala Agustus 2026
Dukung Pendidikan Karakter
Pihak sekolah berharap inovasi jurnal digital ini mampu mendukung keberhasilan program pemerintah dalam membentuk karakter generasi emas Indonesia.
Selain meningkatkan disiplin, aplikasi tersebut juga menjadi sarana evaluasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui kebiasaan positif yang telah diterapkan siswa setiap hari.
Salah seorang siswa kelas IX SMP 2 Kudus, Indigo Andromeda, mengaku menyambut baik penggunaan aplikasi tersebut.
Ia mengatakan selalu mengisi jurnal dengan jujur dan memberikan alasan apabila ada kebiasaan yang belum dapat dilakukan.
"Setiap hari mengisi, selalu jujur, karena dipantau jadi harus jujur," katanya. (san)
Editor : Abdul Rochim