BLORA – Yayasan Pelayanan Masyarakat Kristen (YPMK) Bethany Blora terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dari berbagai daerah di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui renovasi total Asrama Putra Betania dengan anggaran mencapai Rp1,2 miliar.
Asrama yang telah selesai direnovasi itu diresmikan pada Rabu (15/7) malam.
Baca Juga: DPRD Blora Jadi Penjamin Sekdes Nglebak yang Tersangka Gara-Gara Perbaiki Jalan di Tengah Hutan
Fasilitas tersebut menjadi tempat tinggal bagi puluhan siswa yang berasal dari Papua, Kalimantan, Sumba, hingga Kabupaten Blora.
Mereka menempuh pendidikan di SMP Kristen Blora dan SMK Kristen Blora dengan memperoleh tempat tinggal serta berbagai fasilitas secara gratis.
Pengurus Yayasan Bethany, Christina Damayanti, mengatakan asrama tersebut memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan akses pendidikan di daerah asalnya.
"Bangunan ini dulunya merupakan sekolah, kemudian kami manfaatkan menjadi asrama. Kami menerima anak-anak dari Papua, Kalimantan, Sumba, hingga Blora. Mereka bersekolah dan tinggal di sini tanpa dipungut biaya," ujarnya.
Menurut Christina, keputusan melakukan renovasi diambil karena kondisi bangunan sebelumnya sudah tidak layak huni.
Saat musim hujan, para penghuni bahkan pernah terserang demam berdarah secara bersamaan akibat kondisi lingkungan yang kurang memadai.
"Bangunannya sudah tidak layak sehingga anak-anak pernah terkena demam berdarah berjamaah. Karena itu kami memutuskan membangun dan merenovasi asrama ini," katanya.
Renovasi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Eva Monalisa yang sejak awal mendorong agar bangunan asrama segera diperbaiki.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Bethany, Linda, menjelaskan proses renovasi dimulai sejak Januari 2026 dan mencakup empat gedung utama.
Berbagai fasilitas baru turut dibangun untuk menunjang kenyamanan sekaligus pengembangan kemampuan para penghuni.
Fasilitas tersebut meliputi 10 kamar mandi, ruang makan, ruang serbaguna, ruang logistik, dapur, area musik, ruang belajar bahasa Inggris, hingga lapangan futsal.
"Semua fasilitas ini kami sediakan agar anak-anak bisa tinggal dengan nyaman sekaligus berkembang sesuai minat dan bakatnya," jelas Linda.
Seluruh biaya pembangunan berasal dari dana yayasan.
Meski demikian, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui donasi untuk mendukung keberlangsungan program tersebut.
Saat ini Asrama Putra Betania menampung sekitar 40 siswa dengan kapasitas maksimal sekitar 65 penghuni.
Yayasan berharap keberadaan asrama dapat menjadi jembatan bagi anak-anak dari daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik di Blora.
Selain itu, yayasan berharap seluruh penghuni asrama mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak menjadi pribadi yang sukses, membanggakan keluarga, serta memberi manfaat bagi masyarakat. (tos)
Editor : Abdul Rochim