Kondisi Membaik, Tiga Siswa Korban Keracunan Massal di Pati Diizinkan Pulang

Admin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:34 WIB
DIRAWAT: Siswa keracunan MBG dilarikan ke RSUD Soewondo belum lama ini. (ANDRE/RADARPATI
DIRAWAT: Siswa keracunan MBG dilarikan ke RSUD Soewondo belum lama ini. (ANDRE/RADARPATI

PATI - Kabar baik datang dari penanganan kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati.

Pada Minggu (13/9), tiga siswa yang sebelumnya harus menjalani rawat inap dilaporkan telah berangsur pulih dan diizinkan pulang ke rumah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati, Sugiono, mengonfirmasi kepulangan ketiga pasien tersebut.

Baca Juga: Pemkab Pati Perpanjang Kontrak 1.042 PPPK, Lima Tak Diperpanjang

"Rencana pulang sore ini. Dua pasien dari RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) dan satu pasien dari RS Mitra Bangsa," jelasnya.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, insiden keracunan MBG ini berdampak pada total 424 orang.

Sebelum adanya jadwal kepulangan hari ini, tercatat ada 12 orang yang masih dirawat inap, delapan di RS KSH, tiga di RS Mitra Bangsa, dan satu di RS Fastabiq Sehat, sementara 127 orang lainnya berstatus rawat jalan.

Khusus di RS Mitra Bangsa Pati, secara keseluruhan rumah sakit tersebut menangani 50 pasien korban keracunan.

Dari jumlah itu, 32 orang menjalani rawat jalan dan 18 orang sempat harus dirawat inap. Kini, jumlah pasien rawat inap terus menyusut seiring dengan membaiknya kondisi fisik para siswa.

Kabar kepulihan ini membawa kelegaan bagi para orang tua, salah satunya Sunardi.

Ia bersyukur anaknya sudah diizinkan pulang oleh dokter setelah kondisinya stabil.

Sunardi mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa gejala yang dialami putrinya tidak muncul seketika.

Saat kejadian berlangsung dan sekolah memulangkan siswa lebih awal, kondisi putrinya masih tampak normal. 

Namun, kepanikan baru melanda ketika gejala keracunan itu tiba-tiba muncul keesokan harinya. 

Atas insiden ini, Sunardi sangat berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Meskipun banyak pasien yang telah membaik, Pemerintah Kabupaten Pati masih menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Status ini baru akan dicabut setelah seluruh korban benar-benar dipulangkan dari fasilitas kesehatan.

Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan masih diinvestigasi.

Sampel makanan sedang diuji secara intensif di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Balai Labkesmas) Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Sebagai informasi, para korban keracunan massal ini tersebar di wilayah Kecamatan Gembong, meliputi siswa dari SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, MTs Manbaul Ulum Gembong, SDN 3 Gembong, hingga balita di Posyandu Anggrek. (adr)

 

Editor : Abdul Rochim
Mbg keracunan pati