Dua Nelayan Tayu Tenggelam di Perairan Juwana, Satu Orang Masih Dicari

Admin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:36 WIB
DISIAPKAN: Kepolisian mencari nelayan hilang di perairan Juwana pada Rabu (16/9). (POLAIRUD)
DISIAPKAN: Kepolisian mencari nelayan hilang di perairan Juwana pada Rabu (16/9). (POLAIRUD)

 
 PATI – Kecelakaan laut menimpa dua nelayan asal Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, saat mencari ikan di perairan Pecangaan-Juwana, Rabu (16/9/) pagi.

Dalam kejadian tersebut, satu nelayan ditemukan meninggal dunia.

Sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 2–4 mil dari garis pantai, tepatnya di perairan Pecangaan-Juwana, wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Kedua nelayan tersebut diketahui sedang melaut untuk mencari ikan dero.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Moin, 60, warga Desa Dororejo, Kecamatan Tayu. 

Sementara nelayan yang hingga kini belum ditemukan bernama Haryanto, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu.

Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan menjelaskan, insiden bermula ketika Moin sedang menebarkan jaring untuk menangkap ikan.

Saat menarik dan menebarkan jaring, korban diduga tersangkut atau tergubel pada jaring yang digunakannya.

Kondisi tersebut membuat Moin tercebur ke laut.

 

Melihat rekannya jatuh ke laut, Haryanto berusaha memberikan pertolongan.

Namun, upaya tersebut justru membuat keduanya ikut tenggelam.

"Korban pertama saat menebarkan jaring diduga tersangkut jaring dan kemudian tercebur ke laut. Korban kedua berusaha memberikan pertolongan, tetapi keduanya justru tenggelam," kata Kompol Hendrik.

Nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian berusaha memberikan pertolongan.

Moin akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan. Namun, Haryanto belum berhasil ditemukan.

Mendapat laporan mengenai kecelakaan tersebut, personel Satpolairud Polresta Pati langsung menuju lokasi untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.

"Begitu menerima informasi, personel Satpolairud langsung bergerak cepat menuju lokasi dan membantu proses evakuasi korban. Untuk korban yang belum ditemukan, pencarian masih terus kami lakukan," ujarnya.

Selain melakukan pencarian, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Kemudian meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan tim SAR untuk memperluas proses pencarian terhadap Haryanto.

 

Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah Moin dilakukan oleh petugas Puskesmas Tayu II.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diindikasikan meninggal dunia akibat tenggelam," jelas Hendrik.

Setelah proses penanganan selesai, jenazah Moin diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Keluarga korban disebut telah menerima kejadian tersebut.

Di sisi lain, pencarian terhadap Haryanto masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Tim SAR melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan titik terakhir korban diketahui tenggelam.

Kompol Hendrik mengimbau para nelayan untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan saat menjalankan aktivitas di laut.

 Nelayan diminta menggunakan perlengkapan keselamatan serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan sebelum maupun selama melaut.

"Kami mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan," pungkasnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat yang mengetahui atau mengalami keadaan darurat di laut agar segera meminta bantuan.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 maupun kantor kepolisian terdekat sehingga petugas dapat segera memberikan pertolongan. (adr)

Editor : Abdul Rochim
pati Viral nelayan