PATI - Perhatian terhadap dampak kekeringan juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi.
Ia mengatakan DPRD turut menyoroti kekeringan yang banyak melanda wilayah Pati selatan, termasuk ancaman terhadap lahan pertanian masyarakat.
Baca Juga: Kekeringan Ekstrem Semakin Meluas, Kini Melanda 25 Desa di Pati
“DPRD Pati turut memberikan perhatian masalah kekeringan yang banyak menimpa masyarakat di wilayah Pati selatan ini. Termasuk kekeringan yang mengancam lahan pertanian masyarakat, di antaranya dengan bantuan dropping air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Hardi.
Selain bantuan air bersih, DPRD Pati telah mengusulkan pembangunan sumur bor untuk irigasi melalui Menteri Pertanian.
Usulan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung sektor pertanian di daerah rawan kekeringan.
“Langkah ke depan sudah kita usulkan lewat Menteri Pertanian, sumur bor untuk irigasi. Insyaallah mau dikasih. Sehingga nanti tempat rawan kekeringan bisa mendapat air bersih, di samping untuk air minum juga untuk pertanian,” ujarnya.
Baca Juga: Terdampak Kekeringan Kodim Pati Salurkan 14.500 Liter Air Bersih untuk Warga Tlogoayu
Hardi menyebut, usulan pembangunan sumur bor tersebut mencapai 1.000 titik. Lokasinya diusulkan tersebar di wilayah daerah pemilihan (dapil) 4, 5, serta dapil 1 yang dinilai rawan kekeringan. Wilayah itu diantaranya adalah Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, Pucakwangi, Tambakromo.
“Kita kemarin mengusulkan 1.000 titik sehingga bisa agak merata supaya masyarakat bisa mendapatkan air yang layak,” katanya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab