Wilayah Kekeringan Meluas di Kudus, Kini Tiga Desa Terdampak


KUDUS – Dampak kekeringan akibat kemarau berkepanjangan di Kabupaten Kudus semakin meluas.
Jika sebelumnya hanya satu desa terdampak, kini krisis air bersih telah terjadi di tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, tiga desa yang mengalami kekurangan air bersih.
Yakni Desa Glagahwaru di Kecamatan Undaan, Desa Colo di Kecamatan Dawe, dan Desa Setrokalangan di Kecamatan Kaliwungu.
Secara keseluruhan, sebanyak 727 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.096 jiwa terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kepala Seksi Kedaruratan Ahmad Munaji mengatakan, Desa Setrokalangan menjadi wilayah terbaru yang mengalami krisis air bersih.
Kekeringan di Kabupaten Kudus kini meluas di tiga desa, yakni Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Desa Colo, Kecamatan Dawe, dan Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan.
"Desa Setrokalangan menjadi wilayah terbaru yang mengalami kekurangan air bersih," katanya.
Kekeringan di Desa Setrokalangan mulai terjadi sejak Selasa (18/8/2026). Sebanyak 81 KK atau 268 jiwa yang tersebar di RW 2 dan RW 3 terdampak krisis air bersih.
Sementara itu, Desa Colo, Kecamatan Dawe, mulai mengalami kekeringan sejak 9 Agustus 2026. Sebanyak 50 KK atau sekitar 150 jiwa di RT 4 RW 1 mengalami kesulitan memperoleh air bersih.



