Selama 7 Tahun Anak-Anak SD Negeri 2 Sukolilo Pati Belajar di Ruang Kelas yang Hampir Roboh

Andre Faidhil Falah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:57 WIB

AMBROL: Salah satu ruang kelas di SDN 2 Sukolilo dalam kondisi rusak. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
AMBROL: Salah satu ruang kelas di SDN 2 Sukolilo dalam kondisi rusak. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Bangunan SD Negeri 2 Sukolilo, Kabupaten Pati, hingga kini belum diperbaiki meski mengalami kerusakan akibat longsor pada 2019.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung di tengah kekhawatiran karena sebagian ruang kelas sudah tidak layak digunakan.

Berdasarkan pantauan di sekolah, sedikitnya sembilan ruangan mengalami kerusakan berat. Dua ruang kelas sudah tidak dapat dipakai setelah bagian atapnya ambrol.

Sementara enam ruang kelas lainnya masih digunakan untuk proses belajar mengajar kelas 1 hingga kelas 6, sedangkan satu ruangan difungsikan sebagai kantor guru.

Baca Juga: Lansia di Trangkil Pati Mengaku Santunan Kematian Dipotong Rp 300 Ribu, Begini Penjelasan Pemdes

Kerusakan juga terlihat pada plafon yang berlubang dan lapuk di sejumlah ruang kelas. 

Selain itu, fasilitas kamar mandi sekolah sudah rusak sehingga tidak dapat digunakan.

Kepala SD Negeri 2 Sukolilo, Arif Rifai, menjelaskan sekolah tersebut sebelumnya bernama SD Negeri Sukolilo 5.

Pada 2026 sekolah bergabung melalui proses regrouping dan berganti nama menjadi SD Negeri 2 Sukolilo.

Menurut Arif, kerusakan paling parah berada di bangunan sekolah yang berlokasi di Dukuh Ledok, Desa Sukolilo.

Bangunan tersebut terdampak longsor pada 2019 hingga menyebabkan dinding bagian belakang retak dan sebagian atap runtuh.

"Hingga sekarang belum ada perbaikan sejak kejadian longsor itu," ujarnya.

SD Negeri 2 Sukolilo memiliki dua lokasi, yakni di Dukuh Ledok dan Dukuh Misik.

Secara keseluruhan terdapat 11 ruangan yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.

Saat ini sekolah memiliki 291 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Pada tahun ajaran baru, sekolah menerima 42 peserta didik baru.

Meski demikian, kondisi bangunan yang rusak masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, para guru memperketat pengawasan terhadap siswa.

Mereka diimbau tidak bermain di sekitar bangunan yang lapuk maupun ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.

Saat hujan turun, kekhawatiran semakin meningkat. Selain atap yang bocor, pihak sekolah kerap memulangkan siswa lebih awal karena khawatir bangunan roboh.

Arif mengatakan pihak sekolah telah beberapa kali mengusulkan perbaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati.

Meski sejumlah survei telah dilakukan, hingga kini rehabilitasi belum terealisasi.

"Kami berharap segera ada perbaikan karena kondisi bangunan sudah sangat memprihatinkan dan berisiko bagi siswa maupun guru," katanya.

Guru kelas V, Rifa Nashihatin, mengaku para guru selalu waspada saat kegiatan belajar berlangsung, terutama ketika hujan deras mengguyur.

"Kalau hujan kami semakin khawatir karena atap banyak yang bocor dan takut bangunan ambruk sewaktu-waktu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Pati, Sri Handayani, mengatakan kebutuhan rehabilitasi sekolah telah diusulkan ke pemerintah pusat melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Revitalisasi Tahap II.

Menurutnya, keterbatasan dana BOS maupun APBD membuat rehabilitasi bangunan belum dapat dipenuhi melalui anggaran daerah.

Sekolah-sekolah yang mengajukan bantuan dijadwalkan mengikuti pembahasan bersama kementerian terkait pada 20–22 Juli.

Disdikbud Pati juga memprioritaskan sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah agar masuk dalam program revitalisasi tahap kedua.

Selain itu, pihaknya meminta sekolah meningkatkan langkah mitigasi bencana mengingat lokasi SD Negeri 2 Sukolilo berada di kawasan rawan longsor.

"Kami sudah mengimbau agar dilakukan upaya pencegahan longsor karena lokasi sekolah memang berada di daerah yang rawan," pungkas Sri. (adr)

Editor : Abdul Rochim
sekolah rusak Pati Disdikbud Pati DAK Revitalisasi longsor Sukolilo SD Negeri 2 Sukolilo