
PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memilih meredam polemik usai mendapat tudingan keras dari Bupati Pati nonaktif Sudewo.
Alih-alih membalas pernyataan tersebut, Chandra menegaskan dirinya lebih memilih fokus menjalankan roda pemerintahan dan menuntaskan berbagai program pembangunan di Kabupaten Pati.
Hal itu disampaikan Chandra saat ditemui di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (7/7/2026), menyusul pernyataan Sudewo yang menyebut dirinya kerap memfitnah dan menjadi "wakil bupati gratisan".
"Awake dewe kerjo wae seng apik. Mbangun dalan, mbangun Kabupaten Pati ben rakyate makmur mulyo," ujar Chandra.
Pernyataan tersebut berarti dirinya memilih berkonsentrasi bekerja sebaik mungkin membangun infrastruktur dan memajukan Kabupaten Pati agar masyarakat hidup lebih makmur.
Sebelumnya, Sudewo melontarkan tudingan tersebut usai menjalani sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026).
Mantan anggota DPR RI itu menuding Chandra selama ini menyampaikan informasi yang tidak benar tentang kepemimpinannya kepada sejumlah tokoh, termasuk Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
"Plt Bupati, Wakil Bupati Pati itu selalu fitnah saya.
Bahkan menghadap Pak Jokowi mengatakan bahwa dia itu tidak saya beri peran. Selalu saya tinggal," kata Sudewo.
Sudewo membantah tudingan tersebut dan mengklaim selama menjabat Bupati Pati selalu memberikan ruang kepada Chandra untuk menjalankan tugas sebagai wakil bupati.
Ia bahkan mengaku memiliki bukti yang menurutnya menunjukkan adanya upaya menjatuhkan dirinya.
Baca Juga: Jaksa Penuntut Dakwa Bupati Pati Nonaktif Sudewo Terima Total Suap Rp 3,8 Miliar, Ini Rinciannya
Tak hanya itu, Sudewo juga mengungkit proses pencalonan mereka pada Pilkada Pati 2024.
Ia menyebut Chandra menjadi calon wakil bupati tanpa mengeluarkan biaya politik.
"Dia menjadi Wakil Bupati Pati itu gratis. Rp1 juta saja tidak keluarkan uang. Partai tidak, massa tidak. Seharusnya bersyukur menjadi Wakil Bupati Pati. Jangan memfitnah saya terus," tegasnya.
Meski menjadi sasaran kritik dan tudingan, Chandra memilih tidak memperpanjang polemik tersebut.
Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan program pembangunan di Kabupaten Pati terus berlanjut. (*/him)