Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SPMB Ditutup, SMP di Pati yang Belum Penuhi Kuota Masih Boleh Terima Siswa Baru

Abdul Rochim • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:24 WIB
BELAJAR: Guru SMP Negeri 2 Pati memberikan arahan kepada para siswa di ruang kelas. Disdikbud Kabupaten Pati masih memberikan kesempatan bagi SMP negeri yang belum memenuhi kuota untuk menerima peserta didik baru. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
BELAJAR: Guru SMP Negeri 2 Pati memberikan arahan kepada para siswa di ruang kelas. Disdikbud Kabupaten Pati masih memberikan kesempatan bagi SMP negeri yang belum memenuhi kuota untuk menerima peserta didik baru. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah berakhir.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati masih memberikan kesempatan kepada sekolah yang belum memenuhi kuota peserta didik untuk menerima pendaftaran siswa baru.

Kebijakan tersebut diterapkan agar seluruh satuan pendidikan.

Khususnya SMP negeri yang masih kekurangan murid, dapat memenuhi daya tampung sesuai kapasitas yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Cabut Operasional Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Kemenag Dituduh Begini

Kepala Bidang SMP Disdikbud Kabupaten Pati, Fauzin Futiarso, mengatakan pembukaan pendaftaran kembali hanya berlaku bagi sekolah yang jumlah siswanya belum memenuhi kuota.

Sebaliknya, sekolah yang daya tampungnya sudah terpenuhi tidak diperkenankan lagi menerima peserta didik baru.

"Sekolah yang kuotanya belum terpenuhi kami izinkan membuka pendaftaran lagi. Tetapi jika kuotanya sudah penuh, tidak boleh lagi menerima siswa baru," ujarnya.

Menurut Fauzin, keputusan tersebut diambil setelah Disdikbud melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan SPMB.

Dari evaluasi tersebut diketahui masih terdapat sejumlah SMP negeri yang belum berhasil memenuhi jumlah peserta didik sesuai target.

Salah satu sekolah yang masih kekurangan siswa adalah SMP Negeri 6 Pati.

Selain itu, terdapat beberapa sekolah lain yang rata-rata hanya memiliki kurang dari 20 siswa dalam satu rombongan belajar (rombel), jauh di bawah kapasitas maksimal yang ditetapkan.

Ia menegaskan, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar SMP tidak boleh melebihi 32 siswa sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk SMP, satu kelas maksimal 32 siswa. Jadi kalau sampai 33 siswa sudah tidak diperbolehkan," jelasnya.

Fauzin menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada pelaksanaan penerimaan siswa tahun sebelumnya.

Saat itu terdapat empat SMP negeri yang belum mampu memenuhi kuota, yakni SMP Negeri 2 Pucakwangi, SMP Negeri 3 Tambakromo, SMP Negeri 2 Dukuhseti, dan SMP Negeri 2 Jaken.

Akibat minimnya jumlah pendaftar, sekolah harus menyesuaikan jumlah rombongan belajar yang dibuka.

Sebagai contoh, apabila sekolah menargetkan empat rombel dengan kapasitas sekitar 100 siswa tetapi hanya memperoleh 80 pendaftar, maka rombel yang dibentuk hanya tiga kelas.

"Kalau target empat rombel tetapi jumlah siswanya tidak mencukupi, otomatis yang dibuka hanya tiga rombel," katanya.

Dari total 58 SMP negeri di Kabupaten Pati, hanya sebagian kecil yang mengalami kekurangan peserta didik.

Menurut Fauzin, kondisi tersebut umumnya dialami sekolah yang berada di wilayah pelosok maupun daerah perbatasan antarkabupaten.

Ia mencontohkan sekolah di Kecamatan Jaken yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rembang.

Sebagian calon siswa memilih bersekolah di daerah tetangga karena lokasi sekolah dinilai lebih dekat dari tempat tinggal mereka.

"Di wilayah perbatasan memang ada warga yang memilih sekolah di kabupaten lain karena jaraknya lebih dekat," ujarnya.

Disdikbud menegaskan tidak ada kebijakan perpanjangan masa SPMB secara resmi.

Namun sekolah yang masih memiliki kursi kosong tetap diperbolehkan menerima calon peserta didik baru selama daya tampung belum terpenuhi.

Selain itu, sekolah juga didorong memaksimalkan berbagai jalur penerimaan seperti afirmasi, mutasi, maupun prestasi agar kuota peserta didik dapat terpenuhi.

"Selama kuota masih tersedia, sekolah bisa memanfaatkan jalur afirmasi, mutasi, maupun prestasi. Kami juga tetap memberikan kesempatan bagi calon siswa dari luar daerah untuk mendaftar," pungkas Fauzin. (adr)

Editor : Abdul Rochim
#Disdikbud Pati #SPMB Pati #SMP Negeri Pati #pendaftaran siswa baru Pati #kuota SMP Pati