Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bantuan Hibah Sapi di Pati Diduga Dijual, Polisi Dalami Kasusnya, Segini Nilai Kerugiannya

Abdul Rochim • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:23 WIB
IDULADHA: Sapi jenis Simental milik petani di Grobogan jadi pilihan kurban Presiden Prabowo.
Ilustrasi hibah sapi. (RADAR PATI)

PATI – Bantuan hibah puluhan ekor sapi untuk kelompok ternak di Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, diduga dijual.

Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 itu ditaksir bernilai sekitar Rp 400 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan tersebut berupa sekitar 20 ekor sapi potong yang disalurkan pemerintah pusat kepada kelompok ternak di desa tersebut.

Namun, beberapa bulan terakhir keberadaan sapi-sapi itu disebut sudah tidak lagi terlihat di kandang.

Baca Juga: Perkawinan Anak di Pati 278 Kasus pada 2025, Tahun hingga Jumlahnya Segini

Salah seorang warga, Jayanto, mengaku bantuan tersebut sempat diterima kelompok ternak sekitar setahun lalu.

Menurutnya, program itu bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian kelompok peternak di desa.

"Setahu saya bantuan itu dari pemerintah pusat. Sudah beberapa bulan ini sapinya tidak ada," ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok ternak, bukan dipindahtangankan.

Warga juga mempertanyakan transparansi pengelolaan bantuan tersebut.

Mereka menilai sejak awal tidak ada penjelasan terbuka mengenai jumlah sapi yang diterima, pihak yang mengelola, maupun mekanisme pemanfaatannya.

"Kalau memang bantuan pemerintah, semuanya harus jelas. Faktanya sekarang kandangnya kosong dan tidak ada aktivitas," kata seorang warga.

Kondisi itu memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan bantuan akibat lemahnya pengawasan setelah proses penyaluran.

Menurut warga, secara administratif program bantuan pemerintah memang melalui tahapan verifikasi, penyaluran hingga monitoring. Namun, pengawasan di lapangan dinilai belum berjalan optimal.

Persoalan tersebut bahkan telah dilaporkan masyarakat kepada Polresta Pati.

Meski demikian, hingga kini warga mengaku belum memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Sudah dilaporkan ke Polresta Pati, tetapi sampai sekarang belum ada kabarnya," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polresta Pati Ipda Lilik Riyanto membenarkan laporan tersebut masih dalam proses penanganan.

Saat ini penyidik masih mengumpulkan data pendukung dan mendalami asal-usul serta mekanisme penyaluran bantuan.

"Masih progres. Saat ini kami masih melakukan pengumpulan data pendukung dan pendalaman asal-usul perolehannya," kata Lilik. (adr/him)

Editor : Abdul Rochim
#hibah sapi Pati #bantuan sapi dijual #Desa Klayusiwalan #dugaan penyalahgunaan bantuan #Polresta Pati