Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tutup Tanggul Jebol di Tanggulsari Pati, Pembangunan Dimulai Bulan-Bulan Ini

Abdul Rochim • Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

DICEK: Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati meninjau banjir rob di Desa Tunggulsari, Tayu. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
DICEK: Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati meninjau banjir rob di Desa Tunggulsari, Tayu. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

PATI – Penanganan banjir rob yang merendam Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, mulai memasuki tahap nyata.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp 400 juta untuk memperbaiki tanggul yang jebol, sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menargetkan pekerjaan konstruksi dimulai pada Agustus 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai meninjau langsung lokasi banjir rob bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Baca Juga: MAKIN MENGKHAWATIRKAN! Air Rob Rendam Permukiman Tunggulsari di Pati, Aktivitas dan Usaha Warga Lumpuh

Menurutnya, banjir rob telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari aktivitas ekonomi hingga permukiman warga.

“Dampak banjir rob ini sangat besar, terutama di wilayah Tayu. Kami sudah melakukan pengecekan lapangan dan rapat koordinasi.

Hari ini langkah penanganannya sudah diputuskan,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan, langkah pertama yang menjadi prioritas adalah menutup dan memperbaiki tanggul yang jebol agar air laut tidak lagi masuk ke kawasan permukiman.

“Penanganan yang paling mendesak adalah memperbaiki tanggul yang rusak agar air tidak lagi menggenangi rumah-rumah warga. Untuk itu kami menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta,” katanya.

Menurut Luthfi, pembangunan tanggul tersebut merupakan solusi jangka pendek.

Sementara itu, penanganan jangka panjang masih akan dibahas bersama berbagai instansi terkait, termasuk penataan sistem aliran sungai di kawasan pesisir.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ke depan akan kami bahas kembali agar penanganannya lebih komprehensif, termasuk normalisasi dan perbaikan aliran sungai,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan perbaikan tanggul menjadi prioritas utama karena kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk sektor perikanan dan tambak.

“Fokus kami saat ini adalah menutup tanggul yang jebol agar air laut tidak terus masuk ke permukiman. Proses administrasi akan diselesaikan pada Juli hingga Agustus, kemudian pekerjaan konstruksi ditargetkan mulai Agustus,” jelasnya.

Selain pembangunan tanggul, Pemkab Pati juga menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 313.004.541. 

Bantuan tersebut meliputi logistik makanan dan nonmakanan dari BPBD Jawa Tengah senilai Rp 58.744.000, bantuan Dinas Sosial sebesar Rp 198.644.341, bantuan Dinas Ketahanan Pangan berupa satu ton beras dan 500 bungkus mi mocaf senilai Rp 17.145.000.

Lalu bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 11.771.200, serta tas dan perlengkapan sekolah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 26.700.000.

Di sisi lain, Pemkab Pati juga mendata warga terdampak, termasuk anak-anak usia sekolah yang mengalami dampak akibat banjir rob.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sedikitnya delapan siswa yang membutuhkan perhatian agar kegiatan belajar mereka tetap berjalan.

“Kami sudah menerima laporan sementara ada delapan anak sekolah yang terdampak. Seluruh kebutuhan mereka akan kami data dan tindak lanjuti agar proses belajar tidak terganggu,” ujar Chandra. (adr/war)

 

Editor : Abdul Rochim
#banjir rob Tayu #tanggul jebol Tunggulsari #penanganan banjir Pati #Risma Ardhi Chandra #Ahmad Luthfi