PATI - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati membuka stan layanan dan sosialisasi program Gas Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pernikahan yang sah dan tercatat.
Minggu pagi di Alun-alun Pati tampak lebih hidup dari biasanya.
Warga dari berbagai kalangan memadati area Car Free Day (CFD), sebagian berjalan santai mengitari alun-alun, ada yang berolahraga, ada pula yang sekadar menikmati suasana.
Di tengah keramaian itu, sebuah stan Kementerian Agama (Kemenag) Pati tampak ramai disambangi pengunjung.
Rasa penasaran membawa banyak warga mendekat.
Spanduk bertuliskan “Gas Nikah, Gerakan Sadar Pencatatan Nikah” menjadi magnet tersendiri.
Satu per satu masyarakat yang awalnya hanya lewat, berhenti, membaca, lalu terlibat obrolan dengan petuGas di stan.
Kasi Bimas Islam Kemenag Pati, M. Ahsin, tampak sibuk melayani konsultasi.
Dengan pendekatan santai, ia berdialog langsung dengan warga. Mulai dari anak muda, pasangan suami istri, hingga orang tua yang mendampingi anaknya.
Kegiatan CFD di Alun-alun Pati ini untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Selain sosialisasi pernikahan, pihaknya juga melayani konsultasi sertifikasi produk halal, kemasjidan, dan lainnya.
"Saya sendiri ikut melayani konsultasi pernikahan. Alhamdulillah, banyak yang mampir ke stan kami,” tutur Ahsin.
Program Gas Nikah yang digaGas Ditjen Bimas Islam Kemenag ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya pernikahan yang sah dan tercatat.
Di tengah tren menunda pernikahan dan maraknya nikah siri, kehadiran program ini menjadi pengingat bahwa pencatatan nikah adalah pintu awal perlindungan hukum bagi keluarga.
Suasana di sekitar stan pun terasa akrab.
Beberapa pengunjung tampak serius bertanya soal syarat nikah, ada pula yang berkonsultasi tentang isbat nikah karena pernikahan mereka belum tercatat.
Tak sedikit anak muda yang awalnya hanya ikut orang tuanya berjalan-jalan, akhirnya ikut mendengarkan penjelasan tentang kesiapan mental membangun keluarga.
Melalui pendekatan langsung di ruang publik, dia berharap pesan Gas Nikah bisa diterima dengan lebih mudah.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus berlanjut, meski tidak setiap pekan.
“Mungkin sebulan sekali, supaya masyarakat tidak bosan. Justru harapan kami, kehadiran stan Kemenag ini bisa dinanti dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ahsin. (adr)
Editor : Abdul Rochim