Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kisah Unik Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2025 di Pati, Was-Was Karena Ada Tilangan, Ternyata Malah Dapat Sovenir

Andre Faidhil Falah • Kamis, 17 Juli 2025 | 22:21 WIB
DICEGAT: Polisi memberikan sovenir kepada pengguna jalan di GOR Pesantenan Pati kemarin.
DICEGAT: Polisi memberikan sovenir kepada pengguna jalan di GOR Pesantenan Pati kemarin.

PATI - Pengguna jalan di Pati sempat was-was karena adanya tilangan di kawasan perkotaan.

Ternyata, polisi malah memberikan sovenir.

Salah satu pengguna jalan Nur Hirawan sempat khawatir ketika ada 10-an polisi di GOR Pesantenan Pati.

Dikira ada operasi gabungan.

“Tetap kaget. Sudah terlanjur kencang menuju lampu merah itu,” paparnya.

Akan tetapi, Nur tak menyangka bahwa ternyata diberikan sovenir oleh polisi.

Ia juga mendapat semacam brosur edukasi tertib lalu lintas.

“Kirain tilangan. Malah dapat brosur dan sovenir,” imbuhnya.

Adi Pamungkas, pengguna jalan lain juga merasakan hal yang sama.

Ia kaget ketika banyak polisi berjaga di sana.

Sebab perlengkapan motornya tak komplit.

“Motor pinjam juga. Spionnya patah satu. Ternyata hanya diedukasi jangan mengulang lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok ketika dikonfirmasi menyatakan, dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas)

Polresta Pati menggelar aksi simpatik di depan GOR Pesantenan, Jalan Kolonel Sunandar.

Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas melalui pendekatan humanis.

Sebagai bentuk apresiasi, petugas memberikan souvenir kepada 35 pengguna jalan yang telah memenuhi aturan lalu lintas, seperti menggunakan helm, membawa surat-surat kendaraan lengkap, dan mematuhi rambu lalu lintas.

Sementara itu, sebanyak 27 pengendara lain yang melakukan pelanggaran ringan hanya diberikan teguran simpatik sebagai bentuk edukasi.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi pendekatan persuasif yang diutamakan dalam Operasi Patuh Candi 2025.

Penindakan bukanlah satu-satunya cara, tetapi kesadaran masyarakat justru ingin dibangun melalui pendekatan yang bersifat edukatif dan menyentuh.

"Melalui kegiatan simpatik ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas adalah bagian dari budaya dan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama," jelas Kompol Riki.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran berbagai unsur lintas instansi menunjukkan sinergi yang kuat dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di Kabupaten Pati.

Tak hanya membagikan souvenir, petugas juga aktif memberikan pemahaman langsung kepada pengguna jalan tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan di jalan raya.

"Keselamatan adalah prioritas utama, bukan hanya soal menghindari tilang," tegas Riki.

Kompol Riki menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong budaya tertib berlalu lintas dengan cara-cara yang menyentuh hati, bukan semata-mata dengan sanksi hukum. (adr/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#pati #tilang #Operasi patuh candi 2025 #Polresta Pati