Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Inilah Filosofi dan Makna Tradisi Sedekah Laut dan Larung Kepala Kerbau yang Digelar Warga Kampung Nelayan Bendar Juwana

Andre Faidhil Falah • Senin, 14 April 2025 | 16:13 WIB
DILARUNG: Warga Desa Bendar, Juwana berdoa bersama di tengah peraian Juwana Minggu (13/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
DILARUNG: Warga Desa Bendar, Juwana berdoa bersama di tengah peraian Juwana Minggu (13/4). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)




PATI - Warga Kampung Nelayan di Desa Bendar, Juwana menggelar tradisi tahunan sedekah laut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam prosesi ini, warga melarung sesaji berupa kepala kerbau, pisang, jajan pasar, dan bubur tujuh rupa ke tengah laut.

Sejak pagi warga telah memadati halaman Balai Desa Bendar. Tradisi dimulai dari kantor desa dengan iring-iringan warga yang membawa sesaji, diletakkan di atas miniatur kapal yang terbuat dari janur.

Kirab berlangsung meriah, diiringi atraksi drum band hingga musik tradisional yang membuat suasana kampung penuh semangat kebersamaan.

Rombongan berjalan menuju dermaga Desa Bendar, tempat para tokoh masyarakat dan sesaji kemudian diangkut menggunakan kapal.

Mereka menyusuri Sungai Silugonggo hingga mencapai perairan lepas, perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit.

Sesampainya di tengah laut, tokoh agama dan masyarakat memimpin doa bersama dari atas perahu.

Setelah doa dipanjatkan, sesaji dilarung ke laut sebagai bentuk persembahan dan permohonan keselamatan serta kelancaran rezeki bagi para nelayan.

Ketua Panitia Sedekah Laut, Heri Budianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang menjadi bagian dari budaya lokal dan spiritual masyarakat nelayan di Desa Bendar.

“Tradisi ini adalah bentuk syukur atas rezeki hasil laut yang diterima nelayan. Selain itu juga sebagai tolak bala agar para nelayan selalu diberi keselamatan dalam mencari nafkah di laut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Sedekah Laut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal.

Rangkaian acara dimeriahkan oleh pertunjukan wayang kulit, ketoprak, salawatan, dan pengajian yang berlangsung sejak hari sebelumnya.

Kepala Desa Bendar, Sutopo, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi ini. Ia berharap di tahun-tahun mendatang tradisi Sedekah Laut bisa semakin semarak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Semoga ke depan Desa Bendar semakin maju, para nelayan sukses, dan diberikan rezeki yang berlimpah serta dijauhkan dari segala kesulitan, baik di darat maupun di laut,” tuturnya. (adr)

Editor : Achmad Ulil Albab
#Bupati Pati Sudewo #juwana #tradisi #kampung nelayan #larung kepala kerbau #bendar juwana #sedekah laut #nelayan #perikanan #filosofi