PATI, RadarPati.id – Sebanyak 13 mualaf dari Kabupaten Pati diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan pada Jumat pagi, 14 Februari 2025, untuk mengikuti Jambore Mualaf Jawa Tengah.
Keberangkatan ini menjadi momen berharga bagi mereka dalam memperdalam ajaran Islam dan memperluas jaringan sesama mualaf.
Mereka berasal dari berbagai profesi, termasuk petani, guru, wiraswasta, dan ibu rumah tangga.
Dengan latar belakang yang beragam, mereka diharapkan dapat berbagi pengalaman dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan sebagai mualaf.
Jambore ini berlangsung selama tiga hari, dari 14 hingga 16 Februari 2025.
Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai program yang telah disiapkan untuk memperkuat akidah dan keterampilan dalam memahami ajaran Islam.
Para peserta didampingi oleh tiga pengurus Rumah Mualaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati.
Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan arahan serta memastikan para peserta mendapatkan manfaat maksimal dari kegiatan tersebut.
Keberangkatan mereka mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati.
Dukungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membimbing serta memperhatikan kesejahteraan para mualaf.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Pati, Abdul Hamid, berharap kegiatan ini dapat memperkuat akidah para mualaf dengan mempertemukan mereka dengan sesama saudara seiman.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunitas yang bisa saling menguatkan.
"Saya berharap para mualaf semakin mantap dalam ke-Islamannya dan memiliki jaringan komunitas yang saling mendukung," ujarnya.
Dengan begitu, mereka tidak merasa sendiri dalam perjalanan spiritualnya.
Jambore ini dibuka pada Jumat (14/2) sore dan menghadirkan berbagai kegiatan, seperti ajang kreativitas, temu silaturahmi, serta penguatan mental dan spiritual.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun rasa percaya diri dan pemahaman agama yang lebih baik bagi para peserta.
Acara ditutup dengan city tour yang memberikan pengalaman baru bagi para mualaf untuk mengenal lebih jauh kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar.
Selain itu, city tour juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antar peserta sebelum mereka kembali ke daerah masing-masing.
Sementara itu, para pengurus Komisi Dakwah Mualaf Center MUI se-Indonesia mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
Rakornas ini membahas strategi dakwah bagi mualaf di berbagai daerah serta penguatan program pembinaan yang lebih terstruktur.
Ratusan mualaf dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam Jambore Dakwah Mualaf dan Rakornas Komisi Dakwah (Mualaf Center) MUI yang diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian MUI terhadap perkembangan dan kesejahteraan para mualaf di Indonesia.
Pihak penyelenggara telah menyiapkan acara ini dengan baik. Namun, karena merupakan penyelenggaraan pertama di Indonesia, mereka meminta pemakluman jika masih terdapat kekurangan.
Mereka berharap ke depan kegiatan serupa bisa lebih matang dan memberikan manfaat lebih besar.
"Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan kebahagiaan bagi para mualaf dengan mempertemukan mereka dengan sahabat-sahabat se-Indonesia," ujarnya.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan para mualaf dapat semakin kuat dalam keimanannya.
Selain itu, jambore ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antar pengurus Rumah Mualaf se-Jawa Tengah, guna mendukung pengembangan ekonomi serta meningkatkan kepercayaan diri para mualaf dalam menjalankan ajaran Islam.
Berbagai program telah disiapkan agar para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan keagamaan, tetapi juga keterampilan yang bisa membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga perjalanan spiritual ini membawa keberkahan dan semakin menguatkan iman mereka," harapnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para mualaf dapat lebih mantap dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. (adr/amr)
Editor : Syaiful Amri