PATI, RADARPATI.ID – Camat Tambakromo Mirza Nurhidayat meminta agar penanganan tanggul jebol dilakukan secara permanen.
Hal ini karena sepanjang Sungai Godo di wilayah tersebut tanggulnya sangat rawan jebol.
Sekitar 50 meter tanggul di kanan dan kiri sungai kritis. Dalam beberapa hari terakhir ini intensitas hujan mulai meningkat. Hal ini sangat membuat masyarakat ketar-ketir.
“Sejak November kemarin sampai sekarang sudah 3 jebol di tempat yang tidak jauh.
Kita memang mengupayakan untuk penanganan secara permanen. Kita sudah usulkan ke BBWS semoga menjadi perhatian.
Ini sangat penting karena masyarakat selalu was-was saat wilayah atas (Pegunungan Kendeng) hujan di sini masyarakat sudah bersiap-siap kena banjir karena tanggulnya rawan jebol,” paparnya.
Untuk diketahui sungai Godo ini merupakan aliran air saat terjadi hutan di wilayah Pegunungan Kendeng. Kondisi sungainya sendiri terbilang dangkal.
Hal ini semakim membuat tanggul sungai rawan jebol karena airnya tidak dapat tertampung dengan baik.
Ada tiga desa yang selalu rawan terkena banjir bandang di aliran sungai itu, yaitu desa Sinomwidodo, Angkatan Lor, Angkatan Kidul.
Selain itu desa lainnya di Kecamatan Winong juga rawan yaitu di desa Godo.
“Saat wilayah atas tentunya debit air dari atas meningkat dan arusnya deras. Sedangkan kondisi tanggul sungainya juga tidak layak menurut BBWS karena ketebalannya tidak sampai 2 meteran.
Idealnya 4 – 5 meter karena kedalaman sungai 3 meter dan lebarnya sekitar 8 – 10 meter. Karena itu tanggulnya rawan jebol,” lanjut Mirza. (aua/ade)
Editor : Alfian Dani