Spesifikasi dan Harga Kapal Costa Serena, Tempat Menginap Atlet Asian Games 2026

Zakarias Fariury • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 13:55 WIB
Kapal Pesiar Costa Serena
Kapal Pesiar Costa Serena

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Terobosan belum pernah terjadi sebelumnya mewarnai gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Berbeda dengan ajang olahraga multicabang berskala besar pada umumnya yang menghabiskan anggaran raksasa untuk membangun kompleks perumahan baru, Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya (AINAGOC) mengambil langkah berani dan pragmatis

 Jepang memutuskan tidak membangun kampung atlet permanen tunggal di area daratan.

Baca Juga: Klasemen Asian Games 2026, Indonesia Merangkak Naik

Sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan upaya pencegahan risiko aset terbuang pasca-kejuaraan (white elephant), pemerintah setempat menyulap kapal pesiar mewah raksasa Costa Serena serta jaringan hunian modular berbahan kontainer menjadi Kampung Atlet Terapung (Floating Athletes' Village) terpadu di kawasan Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi.

Costa Serena: Hotel Terapung Mewah Seharga Rp8,7 Triliun

Kapal pesiar berbendera Italia, Costa Serena, yang tiba di Dermaga Kinjo (Kinjo Pier), Pelabuhan Nagoya sejak Selasa (15/9/2026), menjadi pusat perhatian utama media internasional dan masyarakat setempat.

Kapal megah kelas Concordia buatan galangan Fincantieri, Italia ini memiliki nilai pembangunan awal mencapai €450 juta atau sekitar US$570 juta (setara Rp8,7 triliun).

Memiliki panjang 290,2 meter dan lebar 35,5 meter, kapal setinggi 14 dek ini menyediakan sekitar 1.500 kabin yang difungsikan sebagai tempat tinggal sementara bagi 4.000 hingga 5.000 atlet serta ofisial dari puluhan negara Asia selama ajang berlangsung hingga 6 Oktober 2026.

Kapten Kapal Costa Serena, Federico Sias, mengungkapkan keterlibatannya dalam ajang olahraga terbesar se-Asia ini menjadi pengalaman bersejarah:

Baca Juga: LINK Link Live Streaming Timnas Indonesia di Asian Games 2026

"Kapal ini kini memiliki fungsi yang sangat spesial. Costa Serena bukan sekadar tempat menginap, melainkan rumah tempat para atlet dan tamu dari seluruh penjuru Asia berkumpul dalam semangat persahabatan, saling menghormati, dan persatuan," ujar Sias.

Akses ke dalam kapal dijaga ketat oleh otoritas keamanan Jepang demi menjaga fokus dan privasi para atlet. Dari luar pembatas dermaga yang berjarak 10 menit jalan kaki dari Stasiun Kinjofuto, terlihat kesibukan bus-bus kontingen yang mengantar-jemput para atlet dari berbagai cabang olahraga—seperti senam, judo, hingga karate—menuju lokasi pertandingan.

Layanan Khusus Nutrisi dan Fasilitas Atletik

Menyesuaikan fungsinya dari kapal pesiar komersial menjadi fasilitas olahraga profesional, AINAGOC melakukan sejumlah modifikasi internal pada Costa Serena:

Manajemen Nutrisi Olahraga: Restoran di dalam kapal menyajikan menu khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori, standar halal, serta diet ketat atlet dari 45 negara peserta.

Jadwal Fleksibel: Jam operasional ruang makan disesuaikan dengan sesi latihan dan jadwal tanding atlet dari pagi hingga malam hari.

Pusat Kebugaran & Pemulihan: Area gimnasium di dalam kapal diperluas, dilengkapi dengan fasilitas medis darurat, ruang fisioterapi, serta recovery zone (fasilitas terapi es dan pemulihan otot).

Hunian Kontainer Modular dan Distribusi Logistik Atlet

Mengingat total peserta Asian Games 2026 menembus lebih dari 12.000 hingga 15.000 atlet dan ofisial—melebihi jumlah peserta Olimpiade Paris 2024—kapasitas kapal pesiar dikombinasikan dengan inovasi hunian darat.

Di kawasan Garden Pier, panitia merancang Asian Games Villas yang memanfaatkan ratusan unit kontainer pengiriman yang disulap menjadi kamar modular modern berpendingin udara dan berfasilitas lengkap. Skema fleksibel ini dipadukan dengan pemanfaatan jaringan hotel komersial di wilayah Nagoya, Prefektur Aichi, hingga wilayah Tokyo (khusus untuk cabang olahraga renang).

Pengaturan kedatangan dan kepulangan atlet juga dibuat secara bergelombang (staggered system) sesuai dengan jadwal kompetisi masing-masing cabang olahraga guna menghindari penumpukan kapasitas di area pelabuhan.

Efisiensi Anggaran dan Model Keberlanjutan Masa Depan

Langkah Jepang memanfaatkan fasilitas terapung dan hunian daur ulang mendapat apresiasi luas dari Komite Olimpiade Asia (OCA). Langkah sewa kapal pesiar—yang diperkirakan menelan biaya sekitar €25 juta—dinilai jauh lebih hemat, ramah lingkungan, dan efisien dibandingkan membangun kompleks apartemen baru yang berisiko mangkrak setelah turnamen usai.

Melalui pendekatan ini, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berhasil menetapkan standar baru (benchmark) dalam penyelenggaraan ajang olahraga multi-cabang dunia yang berfokus pada efisiensi anggaran, keberlanjutan (sustainability), dan pemanfaatan teknologi tata kota yang responsif. (*)

Editor : Zakarias Fariury
Asian Games 2026 klasemen Asian games 2026 kapal pesiar costa serena Timnas Indonesia atlet