SURABAYA, RADARPATI.ID – Persiku Junior akhirnya berhasil mencetak sejarah di kompetisi Piala Soeratin Nasional kemarin.
Tim berjuluk Macan Muria Muda ini mengamankan peringkat ketiga usai menumbangkan Kalimantan Timur.
Pertandingan yang digelar di Stadion 10 November ini berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Persiku.
Gol diciptakan oleh Bena di menit 34, Akbar menit 55, dan Mufdi di menit 77.
Jalannya pertandingan kedua tim saling jual beli serangan. Kedua tim tak ingin menyianyiakan kesempatan meraih tempat ketiga.
Di penghujung babak pertama Persiku Jr akhirnya bisa keluar dari kebuntuan. Eksekusi tendangan bebas dari Bena tak mampu dibendung oleh kiper lawan.
Skor 1-0 untuk Persiku Jr bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, itensitas serangan ditingkatkan oleh anak asuh Widhoro. Persiku Jr berhasil menambah keunggulan di menit 55.
Tanpa adanya pengawalan, Akbar melakukan sepakan spekulasi dari luar kotak pinalti.
Bola yang ditendang dengan kaki kirinya itu bersarang di gawang Kalimantan Timur. Skor berubah 2-0.
Ketinggalan 2-0, Kalimantan Timur memanas. Serangan dilancarkan ke jantung pertahanan Macan Muria Muda.
Rapat dan solidnya pertahanan Persiku belum bisa mengejar ketertinggalan gol.
Asyik menyerang membuat lini pertahanan Kalimantan Timur kedodoran.
Memanfaatkan serangan balik, Mufdi berhasil memperjauh keunggulan tim. Skor 3-0 ini bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.
Atas hasil ini Persiku Jr berhasil finish di tempat ketiga.
Pelatih Persiku Jr, Widhoro Heriyanto mensyukuri atas hasil ini.
Pasalnya prestasi ini adalah sejarah bagi Kudus dan dia dalam menukangi tim selama mengikuti Piala Soeratin.
"Kami bersyukur atas raihan ini, prestasi ini adalah sejarah bagi kami," katanya.
Dia melihat permainan timnya ada peningkatan. Pemain telah melupakan kekalahan atas Sumatera Barat di babak semifinal lalu.
Selama gelaran kompetisi ini, fisik pemain cukup stabil ketimbang tim lain. Oleh sebab itu, permainan ngotot ditampilkan Persiku Jr.
"Semoga ke depan prestasi ini bisa dipertahankan dan ada regenerasi pemain. Ada 50 persen pemain masih bisa mengikuti Piala Soeratin di tahun depan," harapnya. (gal/him)