RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pemerintah memberi angin segar bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mulai tahun 2027, pemerintah berencana mengalihkan status pegawai PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara bertahap melalui mekanisme seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa skema pengangkatan tersebut akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Pada tahap awal yang dijadwalkan berjalan mulai 2027, pemerintah memperkirakan sebanyak 541.000 pegawai PPPK akan diangkat menjadi PNS.
Baca Juga: Resmi Naik Gaji! PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi Penuh Waktu
"Ada yang setahun, tiga tahun, bertahap. Itu (sekitar) 541.000 kalau enggak salah (tahap pertama). Jadi, kita harapkan memberi kepastian kepada para guru, pekerja PPPK, jadi enggak usah khawatir," ujar Purbaya saat ditemui awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) per 1 Juli 2026, jumlah total aparatur PPPK tercatat mencapai 3,2 juta jiwa—terdiri atas 2,07 juta PPPK penuh waktu dan 1,22 juta PPPK paruh waktu. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menambahkan bahwa kepastian ini mencakup sektor tenaga pendidik di lingkungan Kemendikdasmen, guru madrasah negeri, hingga guru TK.
Perbandingan Gaji dan Penghasilan PNS vs PPPK 2026
Pengalihan status menjadi PNS tidak hanya memberikan jaminan pensiun dan jaminan hari tua, tetapi juga kepastian jenjang karier serta tunjangan fasilitas yang memadai. Berikut perbandingan struktur gaji dan penghasilan antara PNS dan PPPK di tingkat pemerintah pusat:
Baca Juga: RESMI! Guru PPPK Paruh Waktu Naik Status 2027. Ini Caranya
1. Daftar Skema Gaji Pokok PNS (PP No. 5 Tahun 2024)
Besaran gaji PNS diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 yang menetapkan batas minimum hingga maksimum di setiap golongan:
Golongan I
Golongan I a: Rp1.685.700 – Rp2.522.600 (sebelumnya Rp1.560.800 – Rp2.335.800)
Golongan I b: Rp1.840.800 – Rp2.670.700 (sebelumnya Rp1.704.500 – Rp2.472.900)
Golongan I c: Rp1.918.700 – Rp2.783.700 (sebelumnya Rp1.776.600 – Rp2.577.500)
Golongan I d: Rp1.999.900 – Rp2.901.400 (sebelumnya Rp1.851.800 – Rp2.686.500)
Golongan II
Golongan II a: Rp2.184.000 – Rp3.643.400 (sebelumnya Rp2.022.200 – Rp3.373.600)
Golongan II b: Rp2.385.000 – Rp3.797.500 (sebelumnya Rp2.208.400 – Rp3.516.300)
Golongan II c: Rp2.485.900 – Rp3.958.200 (sebelumnya Rp2.301.800 – Rp3.665.000)
Golongan II d: Rp2.591.100 – Rp4.125.600 (sebelumnya Rp2.399.200 – Rp3.820.000)
Golongan III
Golongan III a: Rp2.785.700 – Rp4.575.200 (sebelumnya Rp2.579.400 – Rp4.236.400)
Golongan III b: Rp2.903.600 – Rp4.768.800 (sebelumnya Rp2.688.500 – Rp4.415.600)
Golongan III c: Rp3.026.400 – Rp4.970.500 (sebelumnya Rp2.802.300 – Rp4.602.400)
Golongan III d: Rp3.154.400 – Rp5.180.700 (sebelumnya Rp2.920.800 – Rp4.797.000)
Golongan IV
Golongan IV a: Rp3.287.800 – Rp5.399.900 (sebelumnya Rp3.044.300 – Rp5.000.000)
Golongan IV b: Rp3.426.900 – Rp5.628.300 (sebelumnya Rp3.173.100 – Rp5.211.500)
Golongan IV c: Rp3.571.900 – Rp5.866.400 (sebelumnya Rp3.307.300 – Rp5.431.900)
Golongan IV d: Rp3.723.000 – Rp6.114.500 (sebelumnya Rp3.447.200 – Rp5.661.700)
Golongan IV e: Rp3.880.400 – Rp6.373.200 (sebelumnya Rp3.593.100 – Rp5.901.200)
2. Standar Penghasilan Bulanan ASN Berdasarkan Jabatan & Pendidikan
Selain gaji pokok, PNS mendapatkan hak tunjangan, fasilitas cuti, jaminan hari tua, serta jaminan pensiun. Total akumulasi pendapatan bulanan aparatur sipil negara di instansi pemerintah dan perguruan tinggi tercatat cukup menjanjikan:
Pimpinan dan Anggota Lembaga Non-Struktural:
Ketua / Kepala: Rp31.474.800
Wakil Ketua: Rp29.665.400
Sekretaris & Anggota: Rp28.104.300
Pegawai Non-ASN Setara Eselon:
Eselon I: Rp24.886.200
Eselon II: Rp19.514.300
Eselon III: Rp13.842.300
Eselon IV: Rp10.612.900
Pegawai Instansi Pemerintah Berdasarkan Pendidikan & Masa Kerja:
Pendidikan SD/SMP/sederajat: Rp4.285.200 (≤10 thn); Rp4.639.300 (10 thn); Rp5.052.600 (20 thn)
Pendidikan SMA/D1/sederajat: Rp4.907.700 (≤10 thn); Rp5.347.400 (10 thn); Rp5.861.500 (20 thn)
Pendidikan D2/D3/sederajat: Rp5.488.500 (≤10 thn); Rp5.966.100 (10 thn); Rp6.524.200 (20 thn)
Pendidikan S1/D4/sederajat: Rp6.591.000 (≤10 thn); Rp7.160.500 (10 thn); Rp7.825.800 (20 thn)
Pendidikan S2/S3/sederajat: Rp7.764.100 (≤10 thn); Rp8.357.500 (10 thn); Rp9.050.500 (20 thn)
3. Rincian Gaji Pokok PPPK 2026 (Perpres No. 11 Tahun 2024)
Sementara itu, gaji pokok PPPK masih berpedoman pada Perpres Nomor 11 Tahun 2024 dengan perincian sebagai berikut:
Golongan I (Masa kerja 0 thn): Rp1.938.500 (sebelumnya Rp1.794.900)
Golongan II (Masa kerja 3 thn): Rp2.116.900 (sebelumnya Rp1.960.200)
Golongan III (Masa kerja 3 thn): Rp2.206.500 (sebelumnya Rp2.043.200)
Golongan IV (Masa kerja 3 thn): Rp2.299.800 (sebelumnya Rp2.129.500)
Golongan V (Masa kerja 0 thn): Rp2.511.500 (sebelumnya Rp2.325.600)
Golongan VI (Masa kerja 3 thn): Rp2.742.800 (sebelumnya Rp2.539.700)
Golongan VII (Masa kerja 3 thn): Rp2.858.800 (sebelumnya Rp2.647.200)
Golongan VIII (Masa kerja 3 thn): Rp2.979.700 (sebelumnya Rp2.759.100)
Golongan IX (Masa kerja 0 thn): Rp3.203.600 (sebelumnya Rp2.966.500)
Golongan X (Masa kerja 0 thn): Rp3.339.100 (sebelumnya Rp3.091.900)
Golongan XI (Masa kerja 0 thn): Rp3.480.300 (sebelumnya Rp3.222.700)
Golongan XII (Masa kerja 0 thn): Rp3.627.500 (sebelumnya Rp3.359.000)
Golongan XIII (Masa kerja 0 thn): Rp3.781.000 (sebelumnya Rp3.501.100)
Golongan XIV (Masa kerja 0 thn): Rp3.940.900 (sebelumnya Rp3.649.200)
Golongan XV (Masa kerja 0 thn): Rp4.107.600 (sebelumnya Rp3.803.500)
Golongan XVI (Masa kerja 0 thn): Rp4.281.400 (sebelumnya Rp3.964.500)
Golongan XVII (Masa kerja 0 thn): Rp4.462.500 (sebelumnya Rp4.132.000)
Sama halnya dengan PNS, pegawai PPPK guru maupun non-guru turut menerima tunjangan melekat, yang mencakup tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan struktural maupun fungsional. (*)
Editor : Admin