PATI - KH Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin merupakan putra ulama kharismatik KH Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal.
Ia tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di bawah asuhan langsung kedua orang tuanya.
KH MA Sahal Mahfudh dikenal sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999–2014 sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2000–2014.
Baca Juga: Gus Rozin Resmi Maju Calon Ketum PBNU, Sampaikan Langsung di Hadapan PCNU se-Jateng
Sementara Nyai Nafisah Sahal pernah menjadi Mustasyar PBNU masa khidmah 2022–2027 serta memimpin Muslimat NU Jawa Tengah selama dua periode, yakni 1993–2005.
Baca Juga: Gus Rozin Resmi Maju Calon Ketum PBNU, Sampaikan Langsung di Hadapan PCNU se-Jateng
Riwayat Pendidikan
Pendidikan dasar hingga menengah Gus Rozin ditempuh di Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen, Pati.
Ia menyelesaikan Madrasah Ibtidaiyah pada 1988, Madrasah Tsanawiyah pada 1992, dan Madrasah Aliyah pada 1995.
Setelah lulus MA, ia melanjutkan pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean, Kediri, hingga 1998.
Selanjutnya, Gus Rozin menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aqidah Jakarta sebelum melanjutkan studi ke Monash University, Australia, pada bidang Manajemen Pendidikan. Ia meraih gelar Master of Education (M.Ed) pada 2004.
Pada 2023, Gus Rozin menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Aktif Berkhidmah di Nahdlatul Ulama
Sejak usia muda, Gus Rozin aktif dalam berbagai organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Karier organisasinya dimulai sebagai pengurus PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) periode 1998–2001.
Ia kemudian bergabung di Departemen Hubungan Luar Negeri PP Gerakan Pemuda Ansor pada 2000–2004.
Di lingkungan lembaga NU, Gus Rozin pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif PBNU (2010–2013), Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah (2013–2015), serta Ketua RMI PBNU periode 2015–2021.
Pada kepengurusan PBNU masa khidmah 2022–2027, ia dipercaya menjabat sebagai Katib Syuriyah.
Selanjutnya, Gus Rozin terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah untuk masa khidmah 2024–2029.
Kiprah di Pemerintahan dan Lembaga Nasional
Selain aktif di NU, Gus Rozin juga mengemban sejumlah amanah di tingkat nasional.
Ia pernah menjadi Anggota Dewan Ketahanan Pangan Nasional (2017–2020), Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Dalam Negeri (2017–2019), serta Anggota Tim Komunikasi Sosial Kementerian Sekretariat Negara RI pada 2019.
Sejak 2020, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat.
Selain itu, ia juga menjadi Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Dewan Pengarah Badan Arbitrase Syariah Nasional, serta Ketua Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia.
Menginisiasi Berbagai Program Pesantren
Selama memimpin RMI Jawa Tengah maupun RMI PBNU, Gus Rozin terlibat dalam sejumlah terobosan di dunia pesantren.
Di antaranya menjadi promotor Gerakan Nasional Ayo Mondok, ikut mengadvokasi penetapan Hari Santri, mendorong lahirnya Undang-Undang Pesantren, mengembangkan program Pesantrenku Bersih, Pesantrenku Keren, serta menjadi Ketua Liga Santri Nasional.
Berkiprah di Dunia Pendidikan
Komitmen Gus Rozin terhadap pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai jabatan akademik.
Ia pernah menjadi Pembantu Direktur I Perguruan Islam Mathali'ul Falah Bidang Kurikulum pada 2005–2017.
Sejak 2008, ia menjabat sebagai Rektor Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA).
Selain itu, sejak 2014 ia menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, dan sejak 2017 dipercaya sebagai Dewan Pertimbangan Direktur Perguruan Islam Mathali'ul Falah. (*/him)
Editor : Abdul Rochim