JAKARTA – Laju impresif Persija Jakarta memasuki ujian krusial pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026.
Macan Kemayoran akan menjamu Borneo FC Samarinda di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3) malam, dengan ambisi memperpanjang rentetan kemenangan menjadi empat laga beruntun.
Bermain di kandang sendiri menjadi modal penting.
Dukungan Jakmania diyakini kembali menjadi suntikan moral bagi skuad asuhan Mauricio Souza yang tengah menunjukkan grafik performa menanjak.
Namun, pertemuan ini juga membawa kenangan kurang manis. Pada putaran pertama lalu, Persija tumbang 1-3 di markas Borneo FC.
Meski kalah secara skor, dominasi permainan sebenarnya ada di pihak Persija.
Statistik mencatat Persija menguasai 63 persen penguasaan bola, membukukan 10 tembakan tepat sasaran, serta hampir 400 operan sukses.
Angka-angka itu memperlihatkan kontrol permainan yang baik, tetapi kurangnya efektivitas dan konsentrasi di momen penting membuat hasil akhir tak berpihak.
Hal tersebut menjadi perhatian utama tim pelatih. Mauricio Souza menekankan pentingnya penyelesaian akhir yang lebih klinis dan disiplin saat transisi bertahan.
Ia tak ingin dominasi hanya berhenti sebagai catatan statistik.
Memasuki paruh kedua musim, wajah Persija memang berubah. Tujuh pemain anyar direkrut untuk memperkuat kedalaman skuad sekaligus menambah variasi strategi.
Persaingan internal yang lebih kompetitif memberi Souza fleksibilitas dalam menentukan komposisi terbaik.
Di sisi lain, Borneo FC datang dengan kepercayaan diri tinggi. Konsistensi sepanjang musim membuat Pesut Etam dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan solid.
Rekor pertemuan beberapa musim terakhir pun menunjukkan mereka kerap menyulitkan Persija.
Meski begitu, momentum kini berada di kubu tuan rumah.
Kemenangan tandang atas Malut United pada pekan sebelumnya memperlihatkan peningkatan signifikan, terutama dalam disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik.
Souza memastikan kondisi fisik pemain dalam situasi prima. Rotasi tetap terbuka, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan taktik.
Kritik soal minimnya menit bermain pemain baru ditanggapi santai, karena setiap keputusan disebut murni demi kepentingan tim.
Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, duel di JIS dipastikan berlangsung sengit.
Bagi Persija, tiga poin menjadi pembuktian bahwa tren positif mereka bukan sekadar euforia sesaat.
Sementara bagi Borneo FC, laga ini menjadi peluang mempertegas konsistensi sekaligus meredam laju Macan Kemayoran di hadapan pendukungnya sendiri. (*/him)
Editor : Abdul Rochim