Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Viral Aksi Kapal Juwana Tangkap Kapal Trawl di Laut Papua, Begini Tanggapan Solidaritas Nelayan Indonesia

Achmad Ulil Albab • Jumat, 31 Januari 2025 | 22:47 WIB
Tangkapan layar kapal trawl yang diduga dari Taiwan dicegat oleh sejumlah kapal dari Juwana. (DOK SOLIDARITAS NELAYAN INDONESIA)
Tangkapan layar kapal trawl yang diduga dari Taiwan dicegat oleh sejumlah kapal dari Juwana. (DOK SOLIDARITAS NELAYAN INDONESIA)

 


PATI – Ketua Umum Solidaritas Nelayan Indonesia Hadi Sutrisno menilai persoalan alat tangkap dan dampaknya terhadap ekosistem laut menjadi isu krusial yang harus segera disikapi oleh pemerintah.

Hal itu menyikapi viralnya peristiwa kapal lokal dari Juwana yang bersama-sama melakukan pengepungan dan penghentian operasi kapal tersebut di tengah laut pada (26/1) lalu.

Menurutnya insiden tersebutmencerminkan kegelisahan nelayan lokal terhadap praktik penangkapan ikan yang mereka anggap merugikan dan tidak ramah lingkungan.

"Untuk itu, dengan adanya peristiwa yang ramai ini kami meminta pernyataan resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hal tersebut. Apakah memang penggunaan alat tangkap ini masih sesuai dengan prinsip keberlanjutan, dan bagaimana langkah pemerintah dalam mengatasi ketegangan di laut antara kapal lokal dan kapal-kapal trawl (Jaring tarik hela udang berkantong)," papar Hadi.

Lebih lanjut tokoh nelayan asal Desa Bendar Kecamatan Juwana ini mengungkapkan aksi yang viral di sosial media itu karena sekelompok nahkoda kapal lokal merasa terganggu dengan keberadaan kapal trawl yang diduga dari Taiwan.

“Ya benar peristiwa tersebut, kapal dari Juwana bersama-sama melakukan pengepungan dan penghentian operasi kapal tersebut di tengah laut," jelas Hadi.

Hadi mengaku dalam aksi itu nakhoda kapal milik Kuntari memimpin pengejaran kapal trawl yang dianggap mengganggu kapal purse seine dan merusak ekosistem laut.

Terlihat ada sekitar lima kapal yang mengejar dan mengepung kapal trawl tersebut.

"Mereka mengejar bersama teman-teman nahkoda lainnya nekat naik ke atas kapal trawl untuk menanyakan legalitas Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang mereka gunakan," lanjut Hadi.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan ketegangan tersebut berubah menjadi kejutan ketika ditemukan bahwa kapal tersebut beroperasi secara sah dengan SIPI.

Dokumen dari kapal trawl yang ditangkap sejumlah kapal dari Juwana.
Dokumen dari kapal trawl yang ditangkap sejumlah kapal dari Juwana.

Nakhoda kapal menunjukkan perizinan dari pemerintah.

Di mana disebutkan kapal mendapat izin penggunaan alat tangkap jaring hela udang berkantong, jenis alat tangkap yang secara legal diakui dalam regulasi perikanan Indonesia.

Diketahui aksi pengepungan kapal yang sebelumnya diduga dari Taiwan itu terjadi di lautan Papua.

Video pengepungan kapal ini salah satunya viral di media sosial Tik Tok milik akun denyberto45.

Dalam video yang sudah ditonton ratusan ribu kali itu diberi judul Kapal Pursesaine Juwana Kepung Kapal Taiwan di Lokasi Perairan Papua.

Dalam video tersebut juga terlihat ada cek-cok antara nakhoda kapal. (aua)

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#juwana #trawl #Bendar #kapal #kkp #nelayan #nakhoda #Solidaritas Nelayan Indonesia #papua #kementerian #Lautan