Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Paetongtarn Shinawatra Anak Thaksin Shiawatra Terpilih sebagai Peradana Menteri Thailand

Abdul Rochim • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 17:23 WIB
Paetongtarn Shinawatra terpilih sebagai perdana menteri Thailand. (sumber : AFP)
Paetongtarn Shinawatra terpilih sebagai perdana menteri Thailand. (sumber : AFP)

BANGKOK, RADARPATI.ID - Paetongtarn Shinawatra, calon dari partai penguasa Pheu Thai, terpilih secara bulat sebagai Perdana Menteri Thailand yang ke-31 pada Jumat (16/8).

Ia menjadi perdana menteri termuda dalam sejarah Thailand dan wanita kedua yang menduduki jabatan tersebut.

Dalam konteks politik Thailand, pemilihan Paetongtarn memiliki nuansa kekeluargaan yang kuat.

Ia adalah anggota ketiga keluarga Shinawatra yang menjabat sebagai perdana menteri sejak tahun 2001, mengikuti jejak bibinya, Yingluck Shinawatra, dan ayahnya, Thaksin Shinawatra.

Paetongtarn mendapatkan 319 suara di Dewan Perwakilan Rakyat Thailand setelah dicalonkan sebagai kandidat tunggal oleh anggota parlemen dari koalisi Pheu Thai.

Setelah terpilih, Paetongtarn mengungkapkan rasa terima kasihnya dan menegaskan kemampuannya untuk memimpin di bawah pengawasan publik yang ketat.

"Saya siap menghadapi tekanan. Dalam politik, saya tidak menganggap diri saya sebagai yang terbaik atau paling berbakat. Saya lebih fokus pada tujuan yang jelas dan membangun tim yang solid," ujarnya.

Dia masih menunggu persetujuan Raja Maha Vajiralongkorn, yang diperkirakan akan diberikan pada Minggu (18/8) malam.

Setelah itu, Paetongtarn akan resmi menjabat dan membentuk kabinetnya.

Reaksi dari berbagai kalangan menunjukkan dukungan dan harapan yang beragam. Anutin Charnvirakul, pemimpin Partai Bhumjaithai, mengungkapkan dukungannya dan menyebut usia Paetongtarn sebagai aset.

Sementara itu, Natthaphong Ruengpanyawut dari Partai Rakyat menekankan perlunya menyelesaikan masalah mendasar Thailand.

Di usia 37 tahun, Paetongtarn berpotensi membawa pendekatan baru.

Ia mendukung undang-undang kesetaraan pernikahan.

Namun juga ingin memperketat kebijakan terhadap narkoba dan menolak amandemen undang-undang lèse majesté.

Sebagai putri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn tidak bisa menghindari bayang-bayang pengaruh ayahnya.

Thaksin, yang kembali ke Thailand tahun lalu setelah 15 tahun dalam pengasingan, masih memiliki pengaruh signifikan di kalangan pendukungnya.

Pengamat politik seperti Napon Jatusripitak mengungkapkan kekhawatiran bahwa hubungan Paetongtarn dengan ayahnya bisa mempengaruhi arah politik pemerintahannya.

Jurnalis veteran Pravit Rojanaphruk juga menilai bahwa statusnya sebagai putri Thaksin membawa konsekuensi ganda – dukungan dari pengikut Thaksin tetapi juga kritik dari lawan-lawannya.

Bibi Paetongtarn, Yingluck, juga mengalami pengasingan setelah digulingkan pada 2014, menambah kompleksitas politik di Thailand.

Pencopotan mantan Perdana Menteri Srettha Thavisin oleh Mahkamah Konstitusi, yang terjadi baru-baru ini, menunjukkan ketegangan politik yang tinggi.

Termasuk pembubaran Partai Move Forward yang memenangkan pemilihan umum 2023 namun dilarang membentuk pemerintahan karena janji reformasi undang-undang lèse majesté yang dianggap bertujuan untuk menggulingkan monarki. (*)

Editor : Abdul Rochim
#Paetongtarn Shinawatra #yingluck shinawatra #pheu thai #perdana menteri #thailand #Move Forward #thaksin shinawatra