Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kiper Persijap Jepara Iman Suherman: Ingin Tantangan, Tinggalkan Tim Liga 1 ke Tim Liga 3

Moh. Nur Syahri Muharrom • Kamis, 8 Februari 2024 | 21:57 WIB
MUMPUNI: Iman Suherman saat memimpin latihan para kiper Persijap Jepara.
MUMPUNI: Iman Suherman saat memimpin latihan para kiper Persijap Jepara.

JEPARA, RADARPATI.ID - Pria gempal itu, satu persatu menyalami orang-orang sekelilingnya. Mulai dari para pemain, juga rekan-rekannya sesama pelatih.

Pagi itu, memang jadi ajang pertemuan sekaligus pembubaran tim Persijap dalam mengarungi Liga 2 musim 2023/2024.

Lokasinya di salah satu hotel dekat pantai yang ada di Jepara.

Selanjutnya, para pemain dan pelatih juga ofisial tim saling berpamitan. Ada yang langsung pulang ke daerah asalnya.

Juga ada yang masih di Jepara. Sosok gempal itu, pelatih kiper Persijap Iman Suherman ikut berpamitan.

Setelah kompetisi rampung, ia memutuskan pulang kembali ke Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kediamannya.

”Biasanya saya habiskan buat melatih pemain. Saya juga punya akademi kiper di dekat rumah,” ungkapnya.

Di akademi itu, ia bisa menjaga materinya. Sekaligus mencetak kiper-kiper potensial yang baru.

”Pemain-pemain juga biasanya pada ikut latihan dengan saya,” kata Iman.

Ia tak menyangka, kebersamaannya dengan Persijap sudah bertahan hingga lima tahun. Ia mulai bergabung sejak 2019 lalu.

Masih bertahan hingga saat ini. Apakah musim depan ia masih bergabung? Kemungkinan besar iya.

Baca Juga: Kabar Terkini Pendapa Kabupaten Grobogan yang Sempat Terendam Banjir

Iman mengaku telah jatuh hati dengan Kabupaten Jepara.

Ia sendiri tidak memiliki alasan pasti, mengapa dahulu bisa memutuskan berlabuh ke tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu.

Yang pasti, ia mengaku tertarik dengan tim ini. Padahal, ia bukan orang Jepara. Bahkan, ia justru punya kenangan yang bisa dikatakan tak enak semasa jadi pemain.

Kala ia masih jadi kiper di Persikab Kabupaten Bandung, di kompetisi Divisi I saat itu, ia bersama timnya bertandang ke Kota Ukir.

Saat itu, Persikab kalah 1-0 atas Persijap di Stadion Kamal Junaidi. Itu masih ia ingat hingga saat ini.

Pada 2019 lalu, saat kali pertama ia menangani Persijap, ia juga turut andil mengantarkan Persijap juara Liga 3 dan promosi ke Liga 2.

Iman menceritakan, saat itu ia masih jadi bagian dari tim pelatih kiper Borneo FC.
Bermula dari melihat media sosial Persijap, ia tertarik dengan tim ini.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, ia mendapat tawaran dari Persijap untuk jadi pelatih kiper. Karena kecintaannya dengan Laskar Kalinyamat, ia langsung ambil tawaran itu.

Alasannya, selain karena tantangan, menurutnya Persijap jadi salah satu tim yang punya legenda. Tak sepatutnya berkutat di Liga 3.

Ia pun bertekad bisa jadi bagian untuk mengantar tim yang bermaskas di Stadion Gelora Bumi Kartini itu, bisa ke kasta teratas Liga Indonesia lagi.

Ia pun bersyukur, kondisi Jepara juga menurutnya nyaman.

Untuk itu, ia tak jarang menghabiskan waktu untuk nongkrong di tempat favoritnya saat tugas melatih rampung, yaitu angkringan.

Di angkringan, ia juga biasa menerima para suporter ngobrol bareng membahas beragam hal.

”Nah, dengan begitu, terjaling kedetakan antara suporter dengan tim,” imbuhnya. (*/ade)

Editor : Alfian Dani
#Iman Suherman #Tim Liga 3 #tim liga 1 #kiper persijap jepara