FOTOGRAFI bayi baru lahir (newborn baby photography) kian menjadi tren di era sekarang ini.
Apalagi bagi para new parents, seakan menjadi kewajiban yang harus dilakukan setelah bayi baru lahir.
Munculnya newborn photography kian meramaikan industri photography.
Bayi-bayi mungil yang sedang tertidur pulas menjadi daya tarik tersendiri untuk diabadikan momennya.
Tapi kamu harus tahu, pengambilan foto ini hanya dilakukan pada bayi yang berumur 4-15 hari setelah lahir.
Karena atas alasan kesehatan dan perkembangan bayi di usia tersebut masih diperbolehkan untuk melakukan berbagai pose.
”Struktur tubuh bayi masih sangat fleksibel. Meskipun dalam sesi pemotretan sang bayi menjadi model utama namun kami biasanya menggunakan properti dan kostum sebagai penunjang estetika diluar pose dan ekspresi lucu sang bayi,” ujar owner Helubaby.id, Sukma Devi.
Bayi yang tertidur pulas itu tampak dibalut dengan beragam aksesori menggemaskan.
Bahkan, para fotografer turut mengatur gaya bayi-bayi itu dengan penuh kesabaran.
”Ini seperti lifestyle, momen kehidupan. Bayi baru lahir merupakan masa lucu-lucunya yang harus diabadikan. Karena tak akan terulang lagi,” ujarnya.
Tak sembarangan, pemotretan bayi baru lahir ini juga harus mendapatkan pelatihan khusus.
Sukma Devi mengaku melakukan pelatihan hingga mengantongi sertifikat Ana Brandt (USA) yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahunan di bidang ini.
Bagi orang tua yang ingin melakukan fotografi bayi baru lahir, Sukma memiliki tips.
Pertama, orang tua harus yakin dan nyaman saat hendak melakukan fotografi bayi baru lahir.
Kedua, bayi saat dipotret tidak boleh saat sedang sakit, habis sakit, habis suntik, atau setelah sunat karena tak baik bagi kesehatan bayi dan akan mempengaruhi proses dan hasilnya.
Ketiga, fotografi ini tak bisa dikejar waktu untuk setiap pose.
Sedangkan, untuk menjadi seorang new born photographer, ada beberapa keterampilan yang harus dikuasai.
Selain wajib memiliki keahlian memotret, juga dituntut mengerti cara mengurus bayi.
Karena untuk bisa membuat bayi tenang saat difoto itu bukan hal yang mudah, ternyata ada berbagai ‘ritual’ yang harus dijalankan sebelumnya.
“Nah, ini yang enggak akan dipelajari saat kursus, tapi dipelajari sendiri. Jadi saya memang menyarankan kepada semua klien, pemotretan itu dilakukan di pagi hari,” jelasnya.
Sebelum difoto, bayi harus dijemur, dimandiin, terus disusuin sampai kenyang dulu. Jadi kalau sudah segar, kenyang, bayi-bayi itu saat difoto enggak akan rewel.
Kemudian pastikan bayinya sudah kenyang dan siapkan asi di botol. Serta pastikan bayinya sudah kenyang dan siapkan asi di botol.
Selalu bawa kostum cadangan karena kadang bayi muntah sewaktu waktu (gumoh).
Baginya, salah satu faktor keamanan dan kenyamanan dalam sesi foto bayi adalah penggunaan lampu non-flash demi menghindari kecepatan kilatan cahaya dan pengaturan pose yang tidak beresiko melukai bahkan mencederai bayi. (int)
Tips Memotret Newborn Baby
Barang yang Harus Dibawa saat Motret
- Baby shussher
- Berbagai macam kain wrap dan kostum sesuai nuansa warna pilihan klien
- Perlengkapan kebersihan (tissu basah dan kering, hand sanitizer)
- Pilih jam yang tidak terlalu pagi atau tidak terlalu sore untuk motret
- Pastikan bayinya sudah kenyang dan siapkan asi di botol
- Selalu bawa kostum cadangan karena kadang bayi muntah sewaktu waktu (gumoh)
- Team Harus sabar dan membuat suasana nyaman untuk bayi dan si ibu selama sesi foto
Kendala saat Sesi Foto
- kadang motret di tempat/kos yang sempit jadi fitografer tidak leluasa dalam memotret. Dibutuhkan fotografer berpengalaman untuk mengakali hal tersebut
- Bayi yang rewel
- Bayi dengan sakit bawaan dari lahir
Editor : Abdul Rochim