KULINER Minuman Legend Es Gempol Pleret Pak War di Kudus: Segar, Gurih, Manisnya Nampol

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:18 WIB
MINUMAN LEGENDARIS: Es gempol pleret Pak War di Kudus memiliki rasa kuah gurih manis segar. Sedangkan gempolnya kenyal. (INDAH S/RADAR PATI)
MINUMAN LEGENDARIS: Es gempol pleret Pak War di Kudus memiliki rasa kuah gurih manis segar. Sedangkan gempolnya kenyal. (INDAH S/RADAR PATI)

KUDUS – Terik matahari di Kota Kretek terasa lebih ringan ketika semangkuk es gempol pleret tersaji di depan mata.

Kuah santan yang gurih berpadu sirup manis berwarna merah muda, lengkap dengan beragam isian yang menggoda.

Kuliner tradisional ini menjadi salah satu minuman yang masih bertahan di tengah menjamurnya minuman kekinian.

Baca Juga: KULINER: Dawet Legend di Kudus Murah Meriah 

Di Kudus, es gempol pleret seolah memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kuliner.

Salah satu tempat yang cukup dikenal adalah Es Gempol Pleret Mekar Sari “Pak War” yang berada di depan kawasan gedung JHK Kudus.

Warung milik Warsono tersebut telah berjualan sejak 2000.

Lebih dari dua dekade berjualan, warung sederhana itu masih menjadi jujugan warga.

Terutama ketika cuaca panas dan tenggorokan membutuhkan sesuatu yang segar.

Menu yang paling banyak dipesan adalah es gempol pleret komplit. Satu porsinya dibanderol Rp 15 ribu.

Isinya cukup beragam. Ada gempol, pleret, putu mayang, tape ketan, kolang-kaling, dawet hingga potongan buah.

Pilihan buahnya antara lain alpukat, nangka, melon, bahkan durian.

Gempol memiliki bentuk bulat dan tekstur kenyal. Bahan dasarnya tepung beras.

Sementara pleret memiliki bentuk dan warna yang lebih beragam. Ketika dipadukan dengan santan dan sirup, tercipta sensasi rasa manis sekaligus gurih.

“Yang paling banyak dicari itu es gempol pleret komplit. Isiannya lengkap. Banyak pelanggan bilang cocok diminum pas cuaca panas karena manisnya pas dan tidak bikin eneg,” ujar Warsono.

Kunci lain ada pada sirup racikannya. Warsono membuat sendiri sirup tersebut menggunakan gula pasir asli tanpa pemanis buatan.

Dalam satu mangkuk, kuah santan dan sirup memberikan rasa yang tidak terlalu manis.

Sementara beragam kondimen membuat sensasi saat menyeruput es gempol pleret semakin kaya.

Selain menu komplit, tersedia pula es gempol original dengan harga Rp 10 ribu.

Pilihan ini memiliki isian lebih sederhana tanpa tambahan dawet, nangka maupun alpukat.

Salah seorang pelanggan, Yulianti Rahayu, mengaku kerap mampir ke warung tersebut.

Lokasinya yang berada di depan gedung JHK juga searah dengan perjalanan menuju rumahnya.

Menurutnya, ukuran mangkuk yang cukup besar menjadi salah satu daya tarik.

Rasa manisnya pun dianggap pas untuk dinikmati ketika cuaca sedang panas.

“Favorit saya es gempol pleret komplit. Kayak es teler, tapi ini gempol. Cocok untuk cuaca panas. Enak, seger,” ungkapnya.

Di tengah tren minuman modern, es gempol pleret tetap menunjukkan eksistensinya.

Perpaduan gempol kenyal, pleret warna-warni, santan gurih, sirup gula dan aneka isian membuat minuman tradisional ini tetap dicari hingga sekarang. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
kuliner tradisional Kudus es gempol pleret Kudus Es Gempol Pak War kuliner legendaris Kudus minuman khas Kudus